arrow_upward
settings_brightness

UsahaRakyat - Kuliner di Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, memang tidak pernah habisnya. Berbagai makanan, Minangkabau memiliki rasa kuliner yang begitu lezat. Sama halnya dengan lamang (lemang) tapai.

Lamang takjil memang menjadi salah satu takjil yang paling banyak di incar oleh masyarakat di Padang. Alasannya cukup sederhana, yang membuat lamang tapai begitu diminati. Rasa lembutnya lemang dan rasa asam ketan hitam yang dibuat dari ragi, membuat perpaduan lemang dengan tapai, begitu menggiyurkan.

Salah seorang pedagang takjil yang juga menjual lamang tapai, Devi mengatakan, lamang tapai merupakan salah satu sajian farvorit untuk berbuka puasa pada Ramadhan, bisa dikatakan tidak lengkap rasa di lidah, tanpa ada lamang tapai. Hal ini dikarenakan, rasa lamang tapai mampu membangkitkan rasa semangat, setelah seharian berpuasa.

Harga untuk lamang tapai ini cukup murah, untuk satu potong lemang dengan dia panjang 15 cm hanya Rp10.000 dan sebungkus tapai ketan hitam Rp5.000. Hal ini juga yang membuat masyarakat di Padang, tidak bisa lepas dari lamang tapai dalam sajian berbukanya.

"Alhamdulillah lamang tapai nya laris. Saya punya empat tempat berjualan, semuanya ludes di beli. Begitulah bukti bahwa lamang tapai itu enak," ujarnya.

Di Sumatera Barat, masing masing daerah untuk lamang tapai ini memiliki rasa yang sama. Lamang tapai memang paling mudah ditemui di momen puasa Ramadhan. Lalu, apa yang membuat lamang tapai begitu lezat.

Devi menjelaskan resep untuk membuat lamang tapai Padang ini, tidak lah terlalu ribet. Namun proses pembuatannya saja yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Lalu bagaimanakah untuk resep lamang tapai Padang. Pertama yang bahan lamang, ada beras ketan putih, santan dari kelapa tua, daun pandan, garam secukupnya, daun pisang.

Kedua, untuk bahan membuat tapai ketannya, seperti beras ketan merah, bongkah ragi, cabai keriting untuk proses fermentasi, cengkeh untuk pengharum tapai.

"Kalau bahan-bahannya sudah ada, sudah bisa untuk dilakukan proses memasak lamang tapai nya. Di sini kita melakukan banyak waktu, karena membutuhkan waktu yang cukup lama," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk memasak lemang ini, hal pertama yang dilakukan ialah cuci bersih beras ketan, campur dengan santan, lalu masukan garam dan daun pandan. Selanjutnya bungkus beras ketan dengan daun pisang, masukan kedalam cetakan lontong, kukus hingga matang sekitar 30 menit.

"Nah sebelum disajikan, bakar lamang diatas bara api atau jika tidak ada teflon.Jika sudah kecoklatan, angkat dan dinginkan," jelasnya.

Langkah selanjutnya, hancurkan ragi sehingga menjadi bubuk, tebarkan ragi merata di atas beras ketan dengan cara di ayak.Tutup beras ketan yang sudah di ragi dalam wadah kedap udara.

Sebelumnya letakkan dahulu cabai dan cengkeh di atas beras ketan lalu tutup dengan daun pisang.Istirahatkan beras ketan selama kurang lebih tiga hari di tempat yang kering. Setelah jadi dan sedikit berair, taruh sebagai topping lamang yang sudah diiris tipis, dan barulah disajikan.

"Saya sering juga beli lamang tapainya. Takjil nya mengenyangkan, karena lemang nya itu lembut dan sehat. Kami sekeluarga suka dengan lamang tapai," ujar Susan, masyarakat pembeli takjil di Padang.

Menurutnya, lamang tapai merupakan salah satu makanan tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat di Sumatera Barat. "Sampai sekarang rasa lamang tapai tidak ada yang berubah dan tidak yang di variasi. Sehingga rasa tradisional itu selalu ada," ucapnya. (*)

Ini Usaha Lamang Tapai yang Masih Eksis

Thursday, July 25, 2019 : 11:08

UsahaRakyat - Kuliner di Ranah Minangkabau, Sumatera Barat, memang tidak pernah habisnya. Berbagai makanan, Minangkabau memiliki rasa kuliner yang begitu lezat. Sama halnya dengan lamang (lemang) tapai.

Lamang takjil memang menjadi salah satu takjil yang paling banyak di incar oleh masyarakat di Padang. Alasannya cukup sederhana, yang membuat lamang tapai begitu diminati. Rasa lembutnya lemang dan rasa asam ketan hitam yang dibuat dari ragi, membuat perpaduan lemang dengan tapai, begitu menggiyurkan.

Salah seorang pedagang takjil yang juga menjual lamang tapai, Devi mengatakan, lamang tapai merupakan salah satu sajian farvorit untuk berbuka puasa pada Ramadhan, bisa dikatakan tidak lengkap rasa di lidah, tanpa ada lamang tapai. Hal ini dikarenakan, rasa lamang tapai mampu membangkitkan rasa semangat, setelah seharian berpuasa.

Harga untuk lamang tapai ini cukup murah, untuk satu potong lemang dengan dia panjang 15 cm hanya Rp10.000 dan sebungkus tapai ketan hitam Rp5.000. Hal ini juga yang membuat masyarakat di Padang, tidak bisa lepas dari lamang tapai dalam sajian berbukanya.

"Alhamdulillah lamang tapai nya laris. Saya punya empat tempat berjualan, semuanya ludes di beli. Begitulah bukti bahwa lamang tapai itu enak," ujarnya.

Di Sumatera Barat, masing masing daerah untuk lamang tapai ini memiliki rasa yang sama. Lamang tapai memang paling mudah ditemui di momen puasa Ramadhan. Lalu, apa yang membuat lamang tapai begitu lezat.

Devi menjelaskan resep untuk membuat lamang tapai Padang ini, tidak lah terlalu ribet. Namun proses pembuatannya saja yang membutuhkan waktu yang cukup lama.

Lalu bagaimanakah untuk resep lamang tapai Padang. Pertama yang bahan lamang, ada beras ketan putih, santan dari kelapa tua, daun pandan, garam secukupnya, daun pisang.

Kedua, untuk bahan membuat tapai ketannya, seperti beras ketan merah, bongkah ragi, cabai keriting untuk proses fermentasi, cengkeh untuk pengharum tapai.

"Kalau bahan-bahannya sudah ada, sudah bisa untuk dilakukan proses memasak lamang tapai nya. Di sini kita melakukan banyak waktu, karena membutuhkan waktu yang cukup lama," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk memasak lemang ini, hal pertama yang dilakukan ialah cuci bersih beras ketan, campur dengan santan, lalu masukan garam dan daun pandan. Selanjutnya bungkus beras ketan dengan daun pisang, masukan kedalam cetakan lontong, kukus hingga matang sekitar 30 menit.

"Nah sebelum disajikan, bakar lamang diatas bara api atau jika tidak ada teflon.Jika sudah kecoklatan, angkat dan dinginkan," jelasnya.

Langkah selanjutnya, hancurkan ragi sehingga menjadi bubuk, tebarkan ragi merata di atas beras ketan dengan cara di ayak.Tutup beras ketan yang sudah di ragi dalam wadah kedap udara.

Sebelumnya letakkan dahulu cabai dan cengkeh di atas beras ketan lalu tutup dengan daun pisang.Istirahatkan beras ketan selama kurang lebih tiga hari di tempat yang kering. Setelah jadi dan sedikit berair, taruh sebagai topping lamang yang sudah diiris tipis, dan barulah disajikan.

"Saya sering juga beli lamang tapainya. Takjil nya mengenyangkan, karena lemang nya itu lembut dan sehat. Kami sekeluarga suka dengan lamang tapai," ujar Susan, masyarakat pembeli takjil di Padang.

Menurutnya, lamang tapai merupakan salah satu makanan tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat di Sumatera Barat. "Sampai sekarang rasa lamang tapai tidak ada yang berubah dan tidak yang di variasi. Sehingga rasa tradisional itu selalu ada," ucapnya. (*)