arrow_upward
settings_brightness

ReferensiKita - Daging ayam memang tidak pernah habis untuk dimasak dengan sajian yang beragam rasa. Bahkan diberbagai negara, daging ayam bisa disajikan untuk dimakan seperti ayam nasi kuning masakan khas India, dan di Indonesia banyak masakan yang dilahirkan dari ayam.

Seperti halnya di Sumatera Barat, daerah yang terkenal dengan kuliner terlezat di dunia, juga memiliki beragam sajian masakan dari daging ayam. Selain adanya ayam pop yang telah dulu populer, ada juga masakan khas Padang dari ayam, yaitu disebut dengan kalio ayam.

Di Sumatera Barat, masakan kalio ayam ini, bisa dikatakan hampir tersebar di rumah makan baik itu yang bersifat kadai makan, ampera, dan rumah makan sekelas restaurant. Nama kalio ini merupakan bahas daerah di Minangkabau.

Lalu, sebenarnya seperti ya masakan kalio ayam ini. Yuni yang merupakan salah seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Pesisir Selatan, menjelaskan, kalio ayam ini bisa dikatakan masakan yang hampir sama membuat randang. Perbedaannya hanya terletak dari waktu memasaknya, dimana kalio tidak membutuhkan waktu yang lama, sementara randang butuh proses yang panjang untuk memasaknya.

"Jadi kalau dilihat secara kasat matanya, randang itu lebih kering, sementara kalio nya basah dan berkuah seperti gulai. Tapi warna kuahnya itu, sama dengan kuah randang," katanya.

Nah kalau berbicara bumbu - bumbunya, untuk membuat kalio ini bumbunya cukup banyak dan kaya akan rempah - rempah. Kalau menggunakan ayam, maka yang perlu disediakan itu satu ekor ayam. Satu liter santan kelapa yang merupakan perasan pertama.

Selanjutnya perlu adanya siung bawang merah, siung bawang putih, 15 biji cabe keriting, 10 biji cabe rawit merah, 2 cm jahe, 2 cm lengkuas, 1 cm kunyit, 3 butir kemiri, 1 satu sendok makan, ketumbar halus, 1 sdt lada, 1 lembar daun kunyit, batang serai yang telah dimemarkan, 3 lembar daun salam, 5 lembar daun jeruk, 3 satu sendok makan air asam jawa, 1 buah jeruk nipis, 2 sendok makan gula merah, dan secukupnya garam.

Semua bumbu - bumbu itu nantinya akan dimasak seluruhnya di aduk bersama santan kelapa hingga mendidih. Di proses tahap ini, sebelum mendidih, ayam yang telah di potong - potong, dimasukkan ke dalam kuali yang telah dipenuhi bumbu.

Setelah semuanya masuk ke dalam kuali, jangan biarkan kondisi api redup, karena untuk menunggu masakan benar-benar matang. Apabila api sempat padam, maka akan mengurangi rasa dari kalio itu.

"Jika kalio ini sudah sampai ke rasa yang telah semestinya, yaitu telah terlihat minyaknya. Sangat disarankan menikmati kalio ayam dengan nasi yang benar-benar lembut dan panas. Kenapa demikian, karena sensasi lezatnya terletak di kondisi nasi yang lembu," sebutnya.

Yuni mengaku hampir diseluruh daerah di Sumatera Barat memiliki cita rasa yang berbeda dalam hal membuat kalio. Etss, tapi jangan salah, soal rasa yang satunya yakin rasa pedas, tidak akan pernah hilang, sebab pada umumnya masyarakat di Sumatera Barat suka dengan masakan yang pedas.

Nah, dari sinilah muncul berbagai kreasi masakan kalio di Sumatera Barat, seperti halnya adanya kalio daging cincang, telur bulat, dan cumi cumi. Masakan ini bisa dikatakan paling laris di setiap rumah makan Padang, selain dari masakan rendang.

Menurutnya, membuat kalio santan kelapanya harus merupakan kelapa yang memiliki kekentalan yang bagus. Jika santan kelapanya sedikit encer, maka dapat dipastikan rasa kalio daging cincangnya akan terasa garing.

Kalio ayam ini memang bukan merupakan masakan yang sehari-hari disajikan di rumah untuk keluarga. Tapi, kalio daging ayam banyak ditemukan di rumah makan Padang.

Soal harganya di rumah makan Padang bervariasi. Jika rumah makan Ampera, biasanya kalio ayam dijual Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsinya. Tapi, jika rumah makan sudah sekelas restoran, maka harga kalio ayam bisa mencapai Rp20.000 per persinya.

Tapi kalau perbandingan soal rasa, antara rumah makan Ampera dengan rumah makan sekelas restoran, banyak orang mengatakan lebih lezat masakan kalio ayam di rumah makan Ampera.

Alasannya, rasa kalio ayam lebih enak apabila jumlah memasak kalionya dengan jumlah yang hanya satu kuali berukuran sedang atau kuali yang sering digunakan ibu-ibu rumah tangga untuk memasak.

Tapi, kalau dilihat kenyataannya, lebih banyak orang memilih makan masakan kalio ayam itu di rumah makan Padang sekelas restoran. Hal ini bukanlah tanpa sebab, kalau di menikmati makanan di rumah makan yang memiliki tempat lebih bagus, maka apapun yang disajikan, akan terasa lebih lezat. (*) 

Masakan Kampung Minangkabau Kalio Ayam

Sunday, July 28, 2019 : 07:40

ReferensiKita - Daging ayam memang tidak pernah habis untuk dimasak dengan sajian yang beragam rasa. Bahkan diberbagai negara, daging ayam bisa disajikan untuk dimakan seperti ayam nasi kuning masakan khas India, dan di Indonesia banyak masakan yang dilahirkan dari ayam.

Seperti halnya di Sumatera Barat, daerah yang terkenal dengan kuliner terlezat di dunia, juga memiliki beragam sajian masakan dari daging ayam. Selain adanya ayam pop yang telah dulu populer, ada juga masakan khas Padang dari ayam, yaitu disebut dengan kalio ayam.

Di Sumatera Barat, masakan kalio ayam ini, bisa dikatakan hampir tersebar di rumah makan baik itu yang bersifat kadai makan, ampera, dan rumah makan sekelas restaurant. Nama kalio ini merupakan bahas daerah di Minangkabau.

Lalu, sebenarnya seperti ya masakan kalio ayam ini. Yuni yang merupakan salah seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Pesisir Selatan, menjelaskan, kalio ayam ini bisa dikatakan masakan yang hampir sama membuat randang. Perbedaannya hanya terletak dari waktu memasaknya, dimana kalio tidak membutuhkan waktu yang lama, sementara randang butuh proses yang panjang untuk memasaknya.

"Jadi kalau dilihat secara kasat matanya, randang itu lebih kering, sementara kalio nya basah dan berkuah seperti gulai. Tapi warna kuahnya itu, sama dengan kuah randang," katanya.

Nah kalau berbicara bumbu - bumbunya, untuk membuat kalio ini bumbunya cukup banyak dan kaya akan rempah - rempah. Kalau menggunakan ayam, maka yang perlu disediakan itu satu ekor ayam. Satu liter santan kelapa yang merupakan perasan pertama.

Selanjutnya perlu adanya siung bawang merah, siung bawang putih, 15 biji cabe keriting, 10 biji cabe rawit merah, 2 cm jahe, 2 cm lengkuas, 1 cm kunyit, 3 butir kemiri, 1 satu sendok makan, ketumbar halus, 1 sdt lada, 1 lembar daun kunyit, batang serai yang telah dimemarkan, 3 lembar daun salam, 5 lembar daun jeruk, 3 satu sendok makan air asam jawa, 1 buah jeruk nipis, 2 sendok makan gula merah, dan secukupnya garam.

Semua bumbu - bumbu itu nantinya akan dimasak seluruhnya di aduk bersama santan kelapa hingga mendidih. Di proses tahap ini, sebelum mendidih, ayam yang telah di potong - potong, dimasukkan ke dalam kuali yang telah dipenuhi bumbu.

Setelah semuanya masuk ke dalam kuali, jangan biarkan kondisi api redup, karena untuk menunggu masakan benar-benar matang. Apabila api sempat padam, maka akan mengurangi rasa dari kalio itu.

"Jika kalio ini sudah sampai ke rasa yang telah semestinya, yaitu telah terlihat minyaknya. Sangat disarankan menikmati kalio ayam dengan nasi yang benar-benar lembut dan panas. Kenapa demikian, karena sensasi lezatnya terletak di kondisi nasi yang lembu," sebutnya.

Yuni mengaku hampir diseluruh daerah di Sumatera Barat memiliki cita rasa yang berbeda dalam hal membuat kalio. Etss, tapi jangan salah, soal rasa yang satunya yakin rasa pedas, tidak akan pernah hilang, sebab pada umumnya masyarakat di Sumatera Barat suka dengan masakan yang pedas.

Nah, dari sinilah muncul berbagai kreasi masakan kalio di Sumatera Barat, seperti halnya adanya kalio daging cincang, telur bulat, dan cumi cumi. Masakan ini bisa dikatakan paling laris di setiap rumah makan Padang, selain dari masakan rendang.

Menurutnya, membuat kalio santan kelapanya harus merupakan kelapa yang memiliki kekentalan yang bagus. Jika santan kelapanya sedikit encer, maka dapat dipastikan rasa kalio daging cincangnya akan terasa garing.

Kalio ayam ini memang bukan merupakan masakan yang sehari-hari disajikan di rumah untuk keluarga. Tapi, kalio daging ayam banyak ditemukan di rumah makan Padang.

Soal harganya di rumah makan Padang bervariasi. Jika rumah makan Ampera, biasanya kalio ayam dijual Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsinya. Tapi, jika rumah makan sudah sekelas restoran, maka harga kalio ayam bisa mencapai Rp20.000 per persinya.

Tapi kalau perbandingan soal rasa, antara rumah makan Ampera dengan rumah makan sekelas restoran, banyak orang mengatakan lebih lezat masakan kalio ayam di rumah makan Ampera.

Alasannya, rasa kalio ayam lebih enak apabila jumlah memasak kalionya dengan jumlah yang hanya satu kuali berukuran sedang atau kuali yang sering digunakan ibu-ibu rumah tangga untuk memasak.

Tapi, kalau dilihat kenyataannya, lebih banyak orang memilih makan masakan kalio ayam itu di rumah makan Padang sekelas restoran. Hal ini bukanlah tanpa sebab, kalau di menikmati makanan di rumah makan yang memiliki tempat lebih bagus, maka apapun yang disajikan, akan terasa lebih lezat. (*)