arrow_upward
settings_brightness

ReferensiKita - Masyarakat yang tinggal di Nagari Tabek, Kecamatan Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terbilang sangat menginspiratif. Melalui pabrik industri gula tebu yang dikerjakan secara swadaya, mampu menghasilkan gula merah yang memiliki pangsa pasar yang cukup luas.

Untuk mengoperasikan pabrik ini, ada dua orang operator yang ditugaskan di bagian pengawasan proses pemerasan tebu dan pemasakan air tebu. Sedangkan tujuh orang lainnya mendapat tugas beragam, mulai dari tukang membelah tebu, menggiling, memasak, dan hingga mencetak gula merahnya.

Dari pabrik ini, setiap harinya mampu mengolah 100 kilogram tebu yang digiling dan menghasilnya sekira ratusan kilogram gula merah yang bahan bakunya berasal dari tanaman masyarakat setempat. Hasil dari pengolahannya ini, akan ditampung oleh Koperasi Serba Usaha (KSU). Artinya, usaha yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat ini, tidak lah sia-sia. Karna hasil dari produksi akan dibeli oleh koperasi yang kemudian disalurkan ke pasar-pasar lokal.

Alasan yang membuat koperasi yang menampung gula merah itu, karena pabrik gula tabu tersebut merupakan bagian dari unit usaha di KSU Tabek. Untuk menjalankan pabrik ini, KSU Tabek ini tidak menerapkan sistem upah bagi pekerjanya atau perlu kriteria tertentu untuk bisa bekerja di pabrik tersebut. Namun cukup bagi sesiapa yang ingin mendapatkan uang dan bekerja seharian di pabrik gula merah tersebut

Pabrik gula tebu tersebut berdiri sejak tahun 2013 lalu dengan sistem koperasi menyediakan satu unit mesin giling. Sementara untuk operasionalnya, dikerjakan oleh masyarakat seluruhnya.

Tebu-tebu yang digiling itu merupakan tebu masyarakat setempat yang ditampung oleh pabrik tebu KSU Tabek. Setiap harinya ada sekira 100 kilogram tebu yang digiling dan menghasilnya sekira ratusan kilogram gula merah.

Gula merah yang telah diproduksi itu nantinya KSU Tabek akan mendapatkan jasa dari pabrik gula merah tersebut. Jasa itu dalam bentuk uang yakni untuk satu belek itu KSU Tabek mendapatkan Rp5.000.

Per harinya produksi gula merah ini mencapai 100-300 kilogram. Sementara untuk ampas tebu sendiri digunakan untuk pupuk perkebunan dan limbahnya digunakan untuk makanan ternak. (*)

Masyarakat Tabek Hasilkan Gula Merah dari Pabrik Sederhana

Thursday, July 25, 2019 : 14:47

ReferensiKita - Masyarakat yang tinggal di Nagari Tabek, Kecamatan Talang Babungo, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, terbilang sangat menginspiratif. Melalui pabrik industri gula tebu yang dikerjakan secara swadaya, mampu menghasilkan gula merah yang memiliki pangsa pasar yang cukup luas.

Untuk mengoperasikan pabrik ini, ada dua orang operator yang ditugaskan di bagian pengawasan proses pemerasan tebu dan pemasakan air tebu. Sedangkan tujuh orang lainnya mendapat tugas beragam, mulai dari tukang membelah tebu, menggiling, memasak, dan hingga mencetak gula merahnya.

Dari pabrik ini, setiap harinya mampu mengolah 100 kilogram tebu yang digiling dan menghasilnya sekira ratusan kilogram gula merah yang bahan bakunya berasal dari tanaman masyarakat setempat. Hasil dari pengolahannya ini, akan ditampung oleh Koperasi Serba Usaha (KSU). Artinya, usaha yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat ini, tidak lah sia-sia. Karna hasil dari produksi akan dibeli oleh koperasi yang kemudian disalurkan ke pasar-pasar lokal.

Alasan yang membuat koperasi yang menampung gula merah itu, karena pabrik gula tabu tersebut merupakan bagian dari unit usaha di KSU Tabek. Untuk menjalankan pabrik ini, KSU Tabek ini tidak menerapkan sistem upah bagi pekerjanya atau perlu kriteria tertentu untuk bisa bekerja di pabrik tersebut. Namun cukup bagi sesiapa yang ingin mendapatkan uang dan bekerja seharian di pabrik gula merah tersebut

Pabrik gula tebu tersebut berdiri sejak tahun 2013 lalu dengan sistem koperasi menyediakan satu unit mesin giling. Sementara untuk operasionalnya, dikerjakan oleh masyarakat seluruhnya.

Tebu-tebu yang digiling itu merupakan tebu masyarakat setempat yang ditampung oleh pabrik tebu KSU Tabek. Setiap harinya ada sekira 100 kilogram tebu yang digiling dan menghasilnya sekira ratusan kilogram gula merah.

Gula merah yang telah diproduksi itu nantinya KSU Tabek akan mendapatkan jasa dari pabrik gula merah tersebut. Jasa itu dalam bentuk uang yakni untuk satu belek itu KSU Tabek mendapatkan Rp5.000.

Per harinya produksi gula merah ini mencapai 100-300 kilogram. Sementara untuk ampas tebu sendiri digunakan untuk pupuk perkebunan dan limbahnya digunakan untuk makanan ternak. (*)