arrow_upward
settings_brightness

ReferensiKita - Di Provinsi Sumatera Barat, ada satu sajian khas yang paling mudah dijumpai yakni kuliner sari kayo. Meski terbilang mudah ditemukan, nyatanya tidak semua daerah yang menyajikan kuliner sari kayo ini, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan yang merupakan satu kabupaten di Sumatera Barat, bisa dikatakan tidak ada yang menjual kuliner sari kayo ini.

Bagi yang begitu penasaran dengan kue ini, akan sangat mudai ditemui di Kota Padang, Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota, dan beberapa daerah di Sumatera Barat lainnya.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa dinamanakan sari kayo ya? Dari segi resa, kue ini adalah lebih dominan dengan rasa manis, karena terbuat dari gula pasir dan sejumlah bahan-bahan lainnya. Hasilnya nanti sari kayo itu akan menyerupai agar-agar. Nah untuk mencicipinya dibuatkan lah ketan beras putih  atau juga bisa dari lemang.

Untuk membuat sari kayo ini, bahan-bahan yang digunakan termasuk alami yakni ada telur, kocok lepas gula merah, daun pandan, kayumanis, lalu ada garam dan santan kental. Setelah bahan sudah tersedia, saatnya dimulai untuk membuat sari kayo yang rasa manis tersebut.

Jadi untuk memulai awal pekerjaan membuat sari kayo itu ialah mengocok telur, lalu masukkan irisan gula merah, kemudian campurkan dengan santan. Saring adonan dan masukkan ke dalam wajan tahan panas. Selain itu letakkan irisan daun pandan diatasnya sebagai pewangi. Selanjutnya, kukus hingga matang sekitar 20 menit. Setelah membeku lalu dinginkan, dan jadilah sari kayo itu.

Sedangkan untuk ketannya sendiri dibuat secara  terpisah. Alasan diperlukannya menikmati sari kayi dengan beras ketan, karena untuk mendapatkan rasa yang enak itu, sari kayo harus dimakan dengan beras ketan.

Membuat sari kayo itu butuh keahlian khusus. Bahkan dibutuhkan belajar pendulu atau yang lebih tua. Buktinya banya orang yang mengaku, untuk membuat kuliner sari kayo itu, merupakan didikan dari keluarga yang dilakukan secara turunan menurun.

Penasara mencobanya, silakan datang ke daerah-daerah yang telah disebut tadi ya? (*)

Mengenal Potensi Usaha Kuliner Sari Kayo di Sumbar

Monday, July 29, 2019 : 16:46

ReferensiKita - Di Provinsi Sumatera Barat, ada satu sajian khas yang paling mudah dijumpai yakni kuliner sari kayo. Meski terbilang mudah ditemukan, nyatanya tidak semua daerah yang menyajikan kuliner sari kayo ini, seperti di Kabupaten Pesisir Selatan yang merupakan satu kabupaten di Sumatera Barat, bisa dikatakan tidak ada yang menjual kuliner sari kayo ini.

Bagi yang begitu penasaran dengan kue ini, akan sangat mudai ditemui di Kota Padang, Kabupaten Solok Selatan, Limapuluh Kota, dan beberapa daerah di Sumatera Barat lainnya.

Mungkin ada yang bertanya, kenapa dinamanakan sari kayo ya? Dari segi resa, kue ini adalah lebih dominan dengan rasa manis, karena terbuat dari gula pasir dan sejumlah bahan-bahan lainnya. Hasilnya nanti sari kayo itu akan menyerupai agar-agar. Nah untuk mencicipinya dibuatkan lah ketan beras putih  atau juga bisa dari lemang.

Untuk membuat sari kayo ini, bahan-bahan yang digunakan termasuk alami yakni ada telur, kocok lepas gula merah, daun pandan, kayumanis, lalu ada garam dan santan kental. Setelah bahan sudah tersedia, saatnya dimulai untuk membuat sari kayo yang rasa manis tersebut.

Jadi untuk memulai awal pekerjaan membuat sari kayo itu ialah mengocok telur, lalu masukkan irisan gula merah, kemudian campurkan dengan santan. Saring adonan dan masukkan ke dalam wajan tahan panas. Selain itu letakkan irisan daun pandan diatasnya sebagai pewangi. Selanjutnya, kukus hingga matang sekitar 20 menit. Setelah membeku lalu dinginkan, dan jadilah sari kayo itu.

Sedangkan untuk ketannya sendiri dibuat secara  terpisah. Alasan diperlukannya menikmati sari kayi dengan beras ketan, karena untuk mendapatkan rasa yang enak itu, sari kayo harus dimakan dengan beras ketan.

Membuat sari kayo itu butuh keahlian khusus. Bahkan dibutuhkan belajar pendulu atau yang lebih tua. Buktinya banya orang yang mengaku, untuk membuat kuliner sari kayo itu, merupakan didikan dari keluarga yang dilakukan secara turunan menurun.

Penasara mencobanya, silakan datang ke daerah-daerah yang telah disebut tadi ya? (*)