arrow_upward
settings_brightness


ReferensiKita.id - Nilai budaya yang ada di daerah Negeri Sejuta Pesona, Kabupaten Pesisir Selatan, seperti batik, kini muncul dengan corak yang tidak biasa. Batik yang pada umumnya terinspirasi dari berbagai bentuk alam, tapi di daerah arah selatan Sumatera Barat, corak batiknya terinsipirasi dari naskah kuno. Batik itu diberi nama Batik Mandeh Rubiah.

Filolog dari Universitas Andalas, Dr Pramono, menjelaskan, lahirnya nama Batik Mandeh Rubiah itu, karena terinspirasi dari naskah kuno yang tersimpan di Rumah Gadang Mandeh Rubiah, yang berada di Kecamatan Lunang Silaut, Pesisir Selatan.

Naskah kuno yang diinsipirasi itu bahkan kini telah berusia 2 abad lebih. Dari naskah kuno itu, untuk tahap awal ada memiliki empat motif utuh yang dilahirkan menjadi motif batik. Motif utuh tersebut, disebut berpotensi dikembangkan hingga dua puluh kali lipat dari yang telah ada sekarang. Namun untuk melakukan hal itu, tergantung dari kreatifitas dari pengrajin.

"Kita masih membutuhkan waktu untuk memberikan nama pada keempat motif tersebut dan untuk mewujudkannya mesti melalui naskah akademik. Tapi untuk Batik Mandeh Rubiah ini mempunyai banyak keunggulan, yang pertama memiliki akar kebudayaan dan akar sejarah yang kuat karena berasal dari warisan budaya, serta juga memiliki peristiwa sejarah yang tidak ada duanya sehingga menjadikan motif tersebut lebih ekslusif," katanya.

Pramono mengakui bahwa keunggulan yang dimiliki oleh Batik Mandeh Rubiah tersebut tidak dimiliki oleh kreatifitas-kreatifitas saat ini yang dilahirkan tanpa pijakan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan dapat mempopulerkan Batik Mandeh Rubiah, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan minat khusus, ataupun wisatawan pada umumnya, untuk datang melihat Batik Mandeh Rubiah. (*)

Batik Mandeh Rubiah yang Terinspirasi dari Naskah Kuno

Thursday, August 29, 2019 : 17:53


ReferensiKita.id - Nilai budaya yang ada di daerah Negeri Sejuta Pesona, Kabupaten Pesisir Selatan, seperti batik, kini muncul dengan corak yang tidak biasa. Batik yang pada umumnya terinspirasi dari berbagai bentuk alam, tapi di daerah arah selatan Sumatera Barat, corak batiknya terinsipirasi dari naskah kuno. Batik itu diberi nama Batik Mandeh Rubiah.

Filolog dari Universitas Andalas, Dr Pramono, menjelaskan, lahirnya nama Batik Mandeh Rubiah itu, karena terinspirasi dari naskah kuno yang tersimpan di Rumah Gadang Mandeh Rubiah, yang berada di Kecamatan Lunang Silaut, Pesisir Selatan.

Naskah kuno yang diinsipirasi itu bahkan kini telah berusia 2 abad lebih. Dari naskah kuno itu, untuk tahap awal ada memiliki empat motif utuh yang dilahirkan menjadi motif batik. Motif utuh tersebut, disebut berpotensi dikembangkan hingga dua puluh kali lipat dari yang telah ada sekarang. Namun untuk melakukan hal itu, tergantung dari kreatifitas dari pengrajin.

"Kita masih membutuhkan waktu untuk memberikan nama pada keempat motif tersebut dan untuk mewujudkannya mesti melalui naskah akademik. Tapi untuk Batik Mandeh Rubiah ini mempunyai banyak keunggulan, yang pertama memiliki akar kebudayaan dan akar sejarah yang kuat karena berasal dari warisan budaya, serta juga memiliki peristiwa sejarah yang tidak ada duanya sehingga menjadikan motif tersebut lebih ekslusif," katanya.

Pramono mengakui bahwa keunggulan yang dimiliki oleh Batik Mandeh Rubiah tersebut tidak dimiliki oleh kreatifitas-kreatifitas saat ini yang dilahirkan tanpa pijakan. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan diharapkan dapat mempopulerkan Batik Mandeh Rubiah, sehingga bisa menjadi daya tarik wisatawan minat khusus, ataupun wisatawan pada umumnya, untuk datang melihat Batik Mandeh Rubiah. (*)