arrow_upward
settings_brightness

ReferensiKita - Persoalan lahan tidur banyak terlihat dari berbagai daerah. Penyebabnya, tidak adanya sumber air, atau tidak adanya minat masyarakat untuk mengelolah lahan tersebut, menjadi lahan yang produktif.

Seperti halnya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, juga dikenal memiliki banyak lahan tidur. Padahal kalau dilihat, lahan tersebut sangat potensial untuk dikelolah dan memiliki tanah yang subur.

Kini dari lahan tidur tersebut, ada yang memberanikan diri untuk mengolah lahan tidur jadi lahan produktif salah satu komoditi yang dikembangkan adalah tanaman jeruk. Berkebun jeruk, seperti halnya yang tepat dilakukan, karena tidak terlalu begitu banyak membutuhkan air. Nah, kondisi dapat ditemukan di beberapa daerah di Pesisr Selatan.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pesisir Nurziwan di website Pemkab Pesisir Selatan (berita.pesisirselatankab.go.id) mengungkapkan, prospek tanaman Jeruk sangat besar sekali di Pesisir Selatan, hal ini dikarenakan kondisi lahan yang memungkinkan petani untuk menanam jeruk .

Dikatakannya, daerah yang banyak mengembangkan tanaman jeruk di Pesisir Selatan, diantaranya Kecamatan Lunang, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Bayang, Kecamatan Tarusan. Namun beberapa kecamatan lainnya seperti Kecamatan Linggo Sari Baganti, Lengayang sudah mulai melirik komoditi ini untuk dikembangkannya juga .


"Sebenarnya banyak jenis tanaman yang bisa ditebar di lahan yang kosong itu. Tapi terpulang kepada pemilik tanahnya, mau dipandang saja tanahnya, atau mau menghasilkan uang"


Ternyata minat masyarakat cukup besar untuk mengelolah lahan tidur untuk berkebun jeruk. Sebut saja data dari Pemkab setempat, luas lahan kebun jeruk yang baru tercatat seluar 32 hektar dengan banyak banyak batang 20.176 batang hasilnya 2.177 ton pada tahun. Luas produksi ini meningkat dratis setiap tahun dimana luas lahan produksi mencapai 720 hektar.

Meningkatnya luas lahan itu, karena proses pembibitan, penanaman, pengololaan hingga panen yang tidak sulit. Nah, bagaimana cukup memberikan referensi usaha bagi Anda yang memiliki lahan, tapi belum dikelolah. (*)

Jangan Biarkan Lahan Tidur, Begini Solusi Tumbuhkan Ekonomi Kreatif

Thursday, August 08, 2019 : 16:48

ReferensiKita - Persoalan lahan tidur banyak terlihat dari berbagai daerah. Penyebabnya, tidak adanya sumber air, atau tidak adanya minat masyarakat untuk mengelolah lahan tersebut, menjadi lahan yang produktif.

Seperti halnya di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, juga dikenal memiliki banyak lahan tidur. Padahal kalau dilihat, lahan tersebut sangat potensial untuk dikelolah dan memiliki tanah yang subur.

Kini dari lahan tidur tersebut, ada yang memberanikan diri untuk mengolah lahan tidur jadi lahan produktif salah satu komoditi yang dikembangkan adalah tanaman jeruk. Berkebun jeruk, seperti halnya yang tepat dilakukan, karena tidak terlalu begitu banyak membutuhkan air. Nah, kondisi dapat ditemukan di beberapa daerah di Pesisr Selatan.

Menurut Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Pesisir Nurziwan di website Pemkab Pesisir Selatan (berita.pesisirselatankab.go.id) mengungkapkan, prospek tanaman Jeruk sangat besar sekali di Pesisir Selatan, hal ini dikarenakan kondisi lahan yang memungkinkan petani untuk menanam jeruk .

Dikatakannya, daerah yang banyak mengembangkan tanaman jeruk di Pesisir Selatan, diantaranya Kecamatan Lunang, Kecamatan Pancung Soal, Kecamatan Bayang, Kecamatan Tarusan. Namun beberapa kecamatan lainnya seperti Kecamatan Linggo Sari Baganti, Lengayang sudah mulai melirik komoditi ini untuk dikembangkannya juga .


"Sebenarnya banyak jenis tanaman yang bisa ditebar di lahan yang kosong itu. Tapi terpulang kepada pemilik tanahnya, mau dipandang saja tanahnya, atau mau menghasilkan uang"


Ternyata minat masyarakat cukup besar untuk mengelolah lahan tidur untuk berkebun jeruk. Sebut saja data dari Pemkab setempat, luas lahan kebun jeruk yang baru tercatat seluar 32 hektar dengan banyak banyak batang 20.176 batang hasilnya 2.177 ton pada tahun. Luas produksi ini meningkat dratis setiap tahun dimana luas lahan produksi mencapai 720 hektar.

Meningkatnya luas lahan itu, karena proses pembibitan, penanaman, pengololaan hingga panen yang tidak sulit. Nah, bagaimana cukup memberikan referensi usaha bagi Anda yang memiliki lahan, tapi belum dikelolah. (*)