arrow_upward
settings_brightness

ReferensiKita - Menjadi tukang urut, ternyata dinilai pekerjaan yang cukup bagus. Seperti yang diperankan oleh Yandri Ardizen (55) alias Jon warga Kampung Sawah Kenagarian Batu Hampar Selatan Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Jon, memiliki keahlian urut untuk patah tulang, urut penderita stroke, dan urut biasa penghilang badan yang terasa pegal. Pengetahuannya dalam mengurut ini didapatkannya dari belajar dari beberapa orang tukang urut diberbagai daerah.

Pria kelahiran 17 Agustus 1963 ini tidak mematokan berapa uang balasjasa yang harus diberikan oleh pasiennya. Hal ini dikarenakan, dalam menjalankan perannya sebagai tukang urut, ia telah menanamka niat bahwa bantuan yang diberikannya itu dengan niat ikhas.

Orang yang datang meminta bantuan tidak saja dari daerah Pesisir Selatan, namun dari berbagai daerah, mula dari baik itu dari Padang, Pariaman, dan luar dari daerah Provinsi Sumatera Barat. Selain bisa membantu orang yang mengalami keletihan dan patah tulang, keahliannya dalam pasien stroke juga tidak diragukan. Dengan teknik pengobatan yang bahan obatnya berasal dari alam .

Untuk mengobati orang yang terkena penyakit stroke itu, Jon memiliki 3 teknik pengobatan yaitu mengunakan pengobatan dengan mengurut mengunakan minyak kelapa,membuatkan ramuan mandi dan bedak dan semua bahan obat itu didapatkan dalam alam tidak ada bahan kimia sedikitpun.

Namun memiliki keahlian bisa mengurut ternyata tidak selamanya bisa memberikan harapan,apalagi sekarang ini teknologi kedokteran telah semakin canggih sehingga tidak setiap hari orang meminta bantuan pengobatan kepadanya. Bahkan dalam sebulan tidak ada orang yang meminta bantuan kepadanya. Maka ketika sepi itulah dia harus bekerja serabutan guna membiayai ekonomi keluarganya ,apalagi sekarang ini 3 orang anaknya masih membutuhkan biaya pendidikan.

"Saya mengerjakan ini dengan niat yang tulus, jadi tidak mematok tarifnya. Bagi saya membantu orang adalah hal yang sangat membuat saya senang," katanya, seperti yang dilansir dari berita.pesisirselatankab.go.id (*) 

Jon, Tukang Urut Kelahiran 17 Agustus Dikenal Dermawan

Wednesday, August 07, 2019 : 14:21

ReferensiKita - Menjadi tukang urut, ternyata dinilai pekerjaan yang cukup bagus. Seperti yang diperankan oleh Yandri Ardizen (55) alias Jon warga Kampung Sawah Kenagarian Batu Hampar Selatan Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Jon, memiliki keahlian urut untuk patah tulang, urut penderita stroke, dan urut biasa penghilang badan yang terasa pegal. Pengetahuannya dalam mengurut ini didapatkannya dari belajar dari beberapa orang tukang urut diberbagai daerah.

Pria kelahiran 17 Agustus 1963 ini tidak mematokan berapa uang balasjasa yang harus diberikan oleh pasiennya. Hal ini dikarenakan, dalam menjalankan perannya sebagai tukang urut, ia telah menanamka niat bahwa bantuan yang diberikannya itu dengan niat ikhas.

Orang yang datang meminta bantuan tidak saja dari daerah Pesisir Selatan, namun dari berbagai daerah, mula dari baik itu dari Padang, Pariaman, dan luar dari daerah Provinsi Sumatera Barat. Selain bisa membantu orang yang mengalami keletihan dan patah tulang, keahliannya dalam pasien stroke juga tidak diragukan. Dengan teknik pengobatan yang bahan obatnya berasal dari alam .

Untuk mengobati orang yang terkena penyakit stroke itu, Jon memiliki 3 teknik pengobatan yaitu mengunakan pengobatan dengan mengurut mengunakan minyak kelapa,membuatkan ramuan mandi dan bedak dan semua bahan obat itu didapatkan dalam alam tidak ada bahan kimia sedikitpun.

Namun memiliki keahlian bisa mengurut ternyata tidak selamanya bisa memberikan harapan,apalagi sekarang ini teknologi kedokteran telah semakin canggih sehingga tidak setiap hari orang meminta bantuan pengobatan kepadanya. Bahkan dalam sebulan tidak ada orang yang meminta bantuan kepadanya. Maka ketika sepi itulah dia harus bekerja serabutan guna membiayai ekonomi keluarganya ,apalagi sekarang ini 3 orang anaknya masih membutuhkan biaya pendidikan.

"Saya mengerjakan ini dengan niat yang tulus, jadi tidak mematok tarifnya. Bagi saya membantu orang adalah hal yang sangat membuat saya senang," katanya, seperti yang dilansir dari berita.pesisirselatankab.go.id (*)