arrow_upward
settings_brightness
UsahaRakyat - Di Nagari Pangcung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terdapat usaha rakyat yang memproduksi komoditi casiavera atau dikenal kulit kayu manis.

Bisa dikatakan, dengan jumlah penduduk di daerah Pancung Taba yang mencapai 1313 jiwa itu, mata pencarian masyarakat setempat sebagian besar penghasil kulit kayu manis. Hal ini dikarenakan, tanaman tersebut sangat cocok dengan kondisi daerah yang dikelilingi daerah perbukitan, tanahnya subur dan potensil dengan berbagai tanaman lainnya.

Melihat kondisi yang seperti, ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Sehingga para petaninya mengisi lahan perkebunan dengan tanaman kulit kayu manis. Bahkan ada sebagian kecil petaninya juga melakukan petani bawang merah, lobak, kentang, kopi dan buah kemiri.

"Kita perlu mendukung petani kulit kayu manis ini karena mampu mengangkat ekonomi rakyat kecil"

Seperti dilansir dari berita.pesisirselatankab.go.id Walinagari Pancung Taba Edison mengatakan, melihat ke harga casiavera atau kulit manis saat ini, mampu membuat para petani merasakan keuntungan yang cukup bagus. Kendati demikian, ke depan petani mengharapkan kenaikan harga beli oleh pedagang pengumpul akan lebih baik lagi dimasa mendatang.

Usaha lain para petani Pancung Taba ini, juga bergerak dalam usaha peternakan sapi unggul dengan jenis bibit Brahman dan Simental sebagai usaha sampingan dalam menambah penghasilan keluarga.

Banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh petani di sini, karena kulit manis merupakan salah satu komodity unggulan di nagari/desa tersebut. Meskipun tanaman tersebut, usianya cukup panjang baru bisa dipanen, namun mayoritas kehidupan masyarakat berasal dari produksi tanaman ini. (*)

Mengenal Komoditi Casiavera yang Berkembang di Bayang Utara

Saturday, August 10, 2019 : 13:55
UsahaRakyat - Di Nagari Pangcung Taba, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terdapat usaha rakyat yang memproduksi komoditi casiavera atau dikenal kulit kayu manis.

Bisa dikatakan, dengan jumlah penduduk di daerah Pancung Taba yang mencapai 1313 jiwa itu, mata pencarian masyarakat setempat sebagian besar penghasil kulit kayu manis. Hal ini dikarenakan, tanaman tersebut sangat cocok dengan kondisi daerah yang dikelilingi daerah perbukitan, tanahnya subur dan potensil dengan berbagai tanaman lainnya.

Melihat kondisi yang seperti, ternyata dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat setempat. Sehingga para petaninya mengisi lahan perkebunan dengan tanaman kulit kayu manis. Bahkan ada sebagian kecil petaninya juga melakukan petani bawang merah, lobak, kentang, kopi dan buah kemiri.

"Kita perlu mendukung petani kulit kayu manis ini karena mampu mengangkat ekonomi rakyat kecil"

Seperti dilansir dari berita.pesisirselatankab.go.id Walinagari Pancung Taba Edison mengatakan, melihat ke harga casiavera atau kulit manis saat ini, mampu membuat para petani merasakan keuntungan yang cukup bagus. Kendati demikian, ke depan petani mengharapkan kenaikan harga beli oleh pedagang pengumpul akan lebih baik lagi dimasa mendatang.

Usaha lain para petani Pancung Taba ini, juga bergerak dalam usaha peternakan sapi unggul dengan jenis bibit Brahman dan Simental sebagai usaha sampingan dalam menambah penghasilan keluarga.

Banyaknya keuntungan yang diperoleh oleh petani di sini, karena kulit manis merupakan salah satu komodity unggulan di nagari/desa tersebut. Meskipun tanaman tersebut, usianya cukup panjang baru bisa dipanen, namun mayoritas kehidupan masyarakat berasal dari produksi tanaman ini. (*)