arrow_upward
settings_brightness
Pengelolahan pelapah kelapa sawit jadi pakan ternak. Foto: Ramesia.com

ReferensiKita.id - Sebanyak 30 orang masyarakat di Sumatera Barat berkesempatan mendapatkan pelatihan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI. Pelatihan yang diberikan itu seputar pengolahan limbah pertanian dan suplemen ternak ruminansia.

Kasubid Organisasi Kemasyarakatan UMKM di Deputi Pengembangan SDM, Kementerian Koperasi dan UKM, Eny Pristiyaningsih, mengatakan, dengan adanya pelatihan itu dapat mendorong wirausaha dibidang usaha peternakan sapi. Artinya hal tersebut dapat menjadikan koperasi berperan dalam meningkat usaha peternakan anggotanya, yakni tercapainya satu juta ternak di Sumatera Barat.

"Dalam memberikan pelatihan itu kita mengundangan dosen dari Universitas Tamansiswa Padang yang memang berpengalaman untuk memberikan pemahaman bagaimana cara mengelolah limbah menjadi pakan ternak. Kita berharap, pesertanya serius dalam mengikut pelatihan ini, sehingga dapat diimplementasikan ke lapangan," katanya di Padang, pada kegiatanPengolahan Limbah Pertanian dan Suplemen Ternak Ruminansia, di UNP Hotel, Rabu (11/09/2019).

Menurutnya, banyak koperasi yang memiliki anggota yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, dan juga peternakan, sebenarnya bisa bekerjasama. Karena dari tiga hal ini sebenarnya bisa saling menguntungkan. Sebut saja untuk perkebunan, dari berkebun kelapa sawit, limbahnya bisa dijadikan pakan untuk peternakan.

"Yang kita lihat belum begitu banyak yang melakukan pengembangan tersebut. Makanya dalam kegiatan pelatihan ini kita harapkan implementasinya bisa bermanfaat bagi peserta, sehingga dapat menumbuhkembangnya ekonomi rakyat serta tercapainya satu juta ternak di Sumatera Barat," ujarnya.

Eny menyebutkan di era sekarang sumber daya manusia itu perlu ditingkatkan. Tidak hanya soal pengelolahan limbah saja, dengan dengan adanya perkembangan teknologi, sebaiknya masyarakat yang menjadi anggota koperasi perlu memahami dan belajar untuk menggunakan teknologi. Tujuannya hal tersebut perlu dilakukan, agar soal jaringan pasar bisa lebih luas.

"Ke depan di Sumatera Barat tidak hanya untuk 30 orang saja, tapi akan dilakukan berkelanjutan ke daerah lainnya di Sumatera Barat, sehingga bisa menciptakan pemertaan pelatihan kepada masyarakat terutama yang menjadi anggota koperasi," sebutnya.

Pemuda Harus Bergerak untuk Pengelolahan Limbah Perkebunan


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Zirma Yusri, mengatakan, harapan dilakukannya pelatihan ini agar koperasi bisa mengembangkan pertanian dan peternakan. Seperti halnya pertanian, bisa melakukan pengembangan tanaman jagung. Dari tanaman jagung, banyak hal yang bisa dilakukan, jagungnya untuk pakan ayam, dan ditungkunya itu bisa dijadikan limbah untuk pakan ternak lainnya. Serta sisa kulit jagung bisa dijadikan pupuk juga, dalam pengelolahan itu dibutuhkan lah pelatihan, agar mampu menjalankan pengelolahan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Zirma Yusri. Foto: ReferensiKita.id

Begitu juga untuk beternak sapi, dengan beternak sapi maka secara ekonomi akan dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarkat yang menjalaninya. Terkait bagaimana cara pengembanga sapi bisa diberikan pakan yang sehat, nah untuk pengelolahan pakat tersebut, maka dilakukan pelatihan hari ini, terkait pengelolahan limbah perkebunan seperti sawit dan lainnya.

"Peluang bisnis itu sebenarnya terbuka saja. Tapi bagaimana masyarakat itu sendiri, mau tidak atau tidak untuk bekerja atau memanfaatkan peluang tersebut. Jika tidak, yang sehebat apapun sebuah rencana, kalau tidak dijalankan dan tidak ada kemauan, maka tidak juga jalan. Jadi intinya, mau indak bekerja," ucapnya.

Zirma menyatakan di Sumatera Barat sebenarnya memiliki koperasi yang bagus, artinya peran koperasi untuk ekonomi rakyat benar-benar nyata terlihat. Untuk itu, ada baiknya juga koperasi yang merasa butuh mendapatkan wawasan seputar menjalanan koperasi ke arah lebih baik, agar mendatangi koperasi di Sumatera Barat yang Diskop nilai, sudah sangat baik dalam pengelolahannya dan menghidupkan ekonomi rakyatnya.

Ia menilai, untuk menjalankan pengelolahan limbah sepatutnya bisa digerakan oleh pemuda atau para sarjana yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Artinya ketimbang hanya duduk di pos ronda, alangkah lebih baiknya pemuda di desa bisa bergerak dan mau berusaha, agar menjadi pemuda memberikan hal positif bagi masyarakat sekitarnya.

"Makanya pada pelatihan ini saya mengundang pemuda nya juga. Ke depan rencana kita untuk acara yang sama akan dilakukan di Kabupaten Dharmasraya dan Solok Selatan. Daerah tersebut juga terdapat banyak perkebunan, sehingga pengelolahan limbah juga cocok untuk dua daerah itu," ujarnya.

Zirma juga mengatakan, kegiatan tersebut bentuk kerjasama Kemenkop dan UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat.

Pemateri Pelatihan dari Universitas Tamansiswa Padang Dr. Sri Mulyani


Sementara itu, yang menjadi pemateri soal pengelolahan limbah di kegiatan tersebut, Dr. Sri Mulyani Dosen di Universitas Tamansiswa Padang, mengatakan, dalam pelatihan tersebut diberikan cara mengelolah limbah menjadi pakan ternak. Selain itu juga berbagai pengetahuan bagaimana tata cara takaran memberikan pakan ternak, supaya sesuai takaran, juga diberikan kepada peserta.

"Sebenarnya dengan anggota koperasi yang memiliki perkebunan, limbahnya bisa dimanfaatkan untuk peternakan. Jadi selain punya perkebunan, juga punya ternak. Artinya limbah perkebunan bisa dimanfaatkan untuk ternaknya. Hal ini jelas bakal memberikan keuntungan yang berlipat kepada masyarakat yang mau melakukannya," jelasnya.

Sri Mulyani mengaku, pelatihan yang serupa juga telah pernah dilakukan di kesempatan lainnya. Buktinya, masyarakat benar-benar merasakan dampak ekonomi yang luar biasa. Panen dari perkebunan bisa dinikmati, hasil dari pengembangan ternak juga bisa dinikmati. Kemudahannya lagi, pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan satu jalur.

"Bayangkan saja, sepulang dari kebun, bawa limbahnya lalu diolah, dan diberikan ke ternak yang di rumah. Jadi saya berharap betul, peserta benar-benar dapat memahami pelatihan ini," harapnya. (*)

Kemenkop Ajak Pemuda Mengelolah Limbah jadi Pakan Ternak

Wednesday, September 11, 2019 : 17:46
Pengelolahan pelapah kelapa sawit jadi pakan ternak. Foto: Ramesia.com

ReferensiKita.id - Sebanyak 30 orang masyarakat di Sumatera Barat berkesempatan mendapatkan pelatihan dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) RI. Pelatihan yang diberikan itu seputar pengolahan limbah pertanian dan suplemen ternak ruminansia.

Kasubid Organisasi Kemasyarakatan UMKM di Deputi Pengembangan SDM, Kementerian Koperasi dan UKM, Eny Pristiyaningsih, mengatakan, dengan adanya pelatihan itu dapat mendorong wirausaha dibidang usaha peternakan sapi. Artinya hal tersebut dapat menjadikan koperasi berperan dalam meningkat usaha peternakan anggotanya, yakni tercapainya satu juta ternak di Sumatera Barat.

"Dalam memberikan pelatihan itu kita mengundangan dosen dari Universitas Tamansiswa Padang yang memang berpengalaman untuk memberikan pemahaman bagaimana cara mengelolah limbah menjadi pakan ternak. Kita berharap, pesertanya serius dalam mengikut pelatihan ini, sehingga dapat diimplementasikan ke lapangan," katanya di Padang, pada kegiatanPengolahan Limbah Pertanian dan Suplemen Ternak Ruminansia, di UNP Hotel, Rabu (11/09/2019).

Menurutnya, banyak koperasi yang memiliki anggota yang bergerak di bidang pertanian, perkebunan, dan juga peternakan, sebenarnya bisa bekerjasama. Karena dari tiga hal ini sebenarnya bisa saling menguntungkan. Sebut saja untuk perkebunan, dari berkebun kelapa sawit, limbahnya bisa dijadikan pakan untuk peternakan.

"Yang kita lihat belum begitu banyak yang melakukan pengembangan tersebut. Makanya dalam kegiatan pelatihan ini kita harapkan implementasinya bisa bermanfaat bagi peserta, sehingga dapat menumbuhkembangnya ekonomi rakyat serta tercapainya satu juta ternak di Sumatera Barat," ujarnya.

Eny menyebutkan di era sekarang sumber daya manusia itu perlu ditingkatkan. Tidak hanya soal pengelolahan limbah saja, dengan dengan adanya perkembangan teknologi, sebaiknya masyarakat yang menjadi anggota koperasi perlu memahami dan belajar untuk menggunakan teknologi. Tujuannya hal tersebut perlu dilakukan, agar soal jaringan pasar bisa lebih luas.

"Ke depan di Sumatera Barat tidak hanya untuk 30 orang saja, tapi akan dilakukan berkelanjutan ke daerah lainnya di Sumatera Barat, sehingga bisa menciptakan pemertaan pelatihan kepada masyarakat terutama yang menjadi anggota koperasi," sebutnya.

Pemuda Harus Bergerak untuk Pengelolahan Limbah Perkebunan


Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Zirma Yusri, mengatakan, harapan dilakukannya pelatihan ini agar koperasi bisa mengembangkan pertanian dan peternakan. Seperti halnya pertanian, bisa melakukan pengembangan tanaman jagung. Dari tanaman jagung, banyak hal yang bisa dilakukan, jagungnya untuk pakan ayam, dan ditungkunya itu bisa dijadikan limbah untuk pakan ternak lainnya. Serta sisa kulit jagung bisa dijadikan pupuk juga, dalam pengelolahan itu dibutuhkan lah pelatihan, agar mampu menjalankan pengelolahan tersebut.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Zirma Yusri. Foto: ReferensiKita.id

Begitu juga untuk beternak sapi, dengan beternak sapi maka secara ekonomi akan dapat menambah nilai ekonomi bagi masyarkat yang menjalaninya. Terkait bagaimana cara pengembanga sapi bisa diberikan pakan yang sehat, nah untuk pengelolahan pakat tersebut, maka dilakukan pelatihan hari ini, terkait pengelolahan limbah perkebunan seperti sawit dan lainnya.

"Peluang bisnis itu sebenarnya terbuka saja. Tapi bagaimana masyarakat itu sendiri, mau tidak atau tidak untuk bekerja atau memanfaatkan peluang tersebut. Jika tidak, yang sehebat apapun sebuah rencana, kalau tidak dijalankan dan tidak ada kemauan, maka tidak juga jalan. Jadi intinya, mau indak bekerja," ucapnya.

Zirma menyatakan di Sumatera Barat sebenarnya memiliki koperasi yang bagus, artinya peran koperasi untuk ekonomi rakyat benar-benar nyata terlihat. Untuk itu, ada baiknya juga koperasi yang merasa butuh mendapatkan wawasan seputar menjalanan koperasi ke arah lebih baik, agar mendatangi koperasi di Sumatera Barat yang Diskop nilai, sudah sangat baik dalam pengelolahannya dan menghidupkan ekonomi rakyatnya.

Ia menilai, untuk menjalankan pengelolahan limbah sepatutnya bisa digerakan oleh pemuda atau para sarjana yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Artinya ketimbang hanya duduk di pos ronda, alangkah lebih baiknya pemuda di desa bisa bergerak dan mau berusaha, agar menjadi pemuda memberikan hal positif bagi masyarakat sekitarnya.

"Makanya pada pelatihan ini saya mengundang pemuda nya juga. Ke depan rencana kita untuk acara yang sama akan dilakukan di Kabupaten Dharmasraya dan Solok Selatan. Daerah tersebut juga terdapat banyak perkebunan, sehingga pengelolahan limbah juga cocok untuk dua daerah itu," ujarnya.

Zirma juga mengatakan, kegiatan tersebut bentuk kerjasama Kemenkop dan UKM, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Barat, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sumatera Barat.

Pemateri Pelatihan dari Universitas Tamansiswa Padang Dr. Sri Mulyani


Sementara itu, yang menjadi pemateri soal pengelolahan limbah di kegiatan tersebut, Dr. Sri Mulyani Dosen di Universitas Tamansiswa Padang, mengatakan, dalam pelatihan tersebut diberikan cara mengelolah limbah menjadi pakan ternak. Selain itu juga berbagai pengetahuan bagaimana tata cara takaran memberikan pakan ternak, supaya sesuai takaran, juga diberikan kepada peserta.

"Sebenarnya dengan anggota koperasi yang memiliki perkebunan, limbahnya bisa dimanfaatkan untuk peternakan. Jadi selain punya perkebunan, juga punya ternak. Artinya limbah perkebunan bisa dimanfaatkan untuk ternaknya. Hal ini jelas bakal memberikan keuntungan yang berlipat kepada masyarakat yang mau melakukannya," jelasnya.

Sri Mulyani mengaku, pelatihan yang serupa juga telah pernah dilakukan di kesempatan lainnya. Buktinya, masyarakat benar-benar merasakan dampak ekonomi yang luar biasa. Panen dari perkebunan bisa dinikmati, hasil dari pengembangan ternak juga bisa dinikmati. Kemudahannya lagi, pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan satu jalur.

"Bayangkan saja, sepulang dari kebun, bawa limbahnya lalu diolah, dan diberikan ke ternak yang di rumah. Jadi saya berharap betul, peserta benar-benar dapat memahami pelatihan ini," harapnya. (*)