arrow_upward
settings_brightness
Pemandangan alam yang dapat dilihat dari Puncak Pusaran Angin di Payo Rapuih. Foto: ReferensiKita.id


ReferensiKita.id - Pernah kah para traveller menikmati pemandangan di atas puncuk perbukitan yang memiliki pemandangan hamparan danau, dan angin bersuhu sejuk membaluti sekujur tubuh mu? Nah, bagi yang ingin menikmati situasi yang penuh damai, para traveller bisa datang ke Provinsi Sumatera Barat.

Berbicara daerah Sumatera Barat, memang sudah terkenal dengan keindahan alamnya. Hal yang membuat alam di bumi Minangkabau ini begitu indah, karena hamparan bumi di Sumatera Barat sebagian besar berada di perbukitan, sawah yang begitu luas, dan perkebunan sayur yang terlihat tertata rapi ketika dipandang dari ketinggian.

Salah satu tempat yang bisa menyaksikan keindahan itu, yakni di Puncak Pusaran Angin yang berada di Jorong Payo Rapuih, Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Daerah yang masih kental dengan nuasan budaya Minangkabau ini, ternyata memiliki tempat yang belum begitu banyak dikunjungi banyak orang.


Akses Menuju Puncak Pusaran Angin


Jika dihitung jarak tempuh perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Kabupaten Tanah Datar, diperkirakan dapat menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Perjalanan dari bandara ke Tanah Datar ini, ada beberapa daerah yang dilewati, seperti Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang Panjang.

Untuk itu, bagi para traveller yang ingin mengunjungi tempat ini, sebenarnya tidak lah harus melakukan tracking yang esktra dari kaki perbukitan untuk menuju Puncak Pusaran Angin, apabila telah tiba di Payo Rapuih. Apabila sudah memasuki Jorong Payo Rapuih, travaller sudah bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menuju lokasi Puncak Pusaran Angin. Mengingat berada di puncak perbukitan, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa tanjakan yang perlu ditakhlukan, agar bisa mencapai lokasi.

Nah, di sepanjang perjalanan sebelum sampai ke Puncak Pusaran Angin ini, traveller bakal menemukan sebuah embung yang konon cerita embung ini mengering tanpa diketahui sebabnya. Padahal kawasan ini, sebelum dibangun embung, airnya bisa digunakan untuk membawa perahu. Tempat ini sebenarnya bisa dijadikan tempat beristirahat, jelang melakukan beberapa tanjakan lagi menuju Puncak Pusaran Angin.

Embung Payo Rapuih yang berada di atas bukit Batipuah, Kabupaten Tanah Datar. Foto: ReferensiKita.id



Jorong Payo Rapuih merupakan sebuah desa yang sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai seorang petani. Makanya sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata, traveller akan memandang sejumlah perkebunan milik warga setempat, seperti perkebunan karet, sayur-sayuran, dan sawah.

Mungkin ada yang menganggap perjalanan yang cukup melelahkan yakni menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. Tapi ketika traveller berhasil sampai di Puncak Pusaran Angin, saksikan dan nikmatilah keindahan alam Minangkabau dari Puncak Pusaran Angin.


Menikmati Keindahan Alam di Puncak Pusaran Angin


Pengunjung berpose dengan latar belakang foto alam yang terlihat Danau Singkarak. Foto: ReferensiKita.id



Nah ini dia yang disebut pemandangan yang amat menakjubkan. Meski model yang di dalam foto itu hanya menggunakan baju tipis, jangan disangka saat berada di Puncak Pusaran Angin ini terasa biasa-biasa saja. Kenyataannya di tempat yang indah ini suhu udaranya amatlah dingin.

Sesuai dengan namanya tempatnya Puncak Pusaran Angin. Ya, di atas puncak perbukitan ini, anginnya berhembus tidaklah satu arah, melainkan seakan berasa berada di pusaran gulungan angin puting beliung. Anginnya itu berhembus, terkadang datang dari arah Timur, dan terkadang menerpa dari arah Utara.

Papan penanda berada di Puncak Pusaran Angin. Foto: ReferensiKita.id


Di Puncak Pusaran Angin ini dipasang papan penanda saat berada di lokasi Puncak Pusaran Angin. Papan penanda lokasi tersebut, juga bisa menunjukan arah angin yang berhembus di tempat yang sejuk ini. Nah, bagi traveller yang suka dengan pemandangan alam dari ketinggian tanpa harus melakukan tracking yang melelahkan, lokasi Puncak Pusaran Angin, sepertinya cocok buat Anda. (*)

Memandang Alam Minangkabau di Puncak Pusaran Angin

Tuesday, October 08, 2019 : 10:36
Pemandangan alam yang dapat dilihat dari Puncak Pusaran Angin di Payo Rapuih. Foto: ReferensiKita.id


ReferensiKita.id - Pernah kah para traveller menikmati pemandangan di atas puncuk perbukitan yang memiliki pemandangan hamparan danau, dan angin bersuhu sejuk membaluti sekujur tubuh mu? Nah, bagi yang ingin menikmati situasi yang penuh damai, para traveller bisa datang ke Provinsi Sumatera Barat.

Berbicara daerah Sumatera Barat, memang sudah terkenal dengan keindahan alamnya. Hal yang membuat alam di bumi Minangkabau ini begitu indah, karena hamparan bumi di Sumatera Barat sebagian besar berada di perbukitan, sawah yang begitu luas, dan perkebunan sayur yang terlihat tertata rapi ketika dipandang dari ketinggian.

Salah satu tempat yang bisa menyaksikan keindahan itu, yakni di Puncak Pusaran Angin yang berada di Jorong Payo Rapuih, Batipuah, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Daerah yang masih kental dengan nuasan budaya Minangkabau ini, ternyata memiliki tempat yang belum begitu banyak dikunjungi banyak orang.


Akses Menuju Puncak Pusaran Angin


Jika dihitung jarak tempuh perjalanan dari Bandara Internasional Minangkabau menuju Kabupaten Tanah Datar, diperkirakan dapat menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam. Perjalanan dari bandara ke Tanah Datar ini, ada beberapa daerah yang dilewati, seperti Kabupaten Padang Pariaman, dan Kota Padang Panjang.

Untuk itu, bagi para traveller yang ingin mengunjungi tempat ini, sebenarnya tidak lah harus melakukan tracking yang esktra dari kaki perbukitan untuk menuju Puncak Pusaran Angin, apabila telah tiba di Payo Rapuih. Apabila sudah memasuki Jorong Payo Rapuih, travaller sudah bisa menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat menuju lokasi Puncak Pusaran Angin. Mengingat berada di puncak perbukitan, tidak dapat dipungkiri bahwa ada beberapa tanjakan yang perlu ditakhlukan, agar bisa mencapai lokasi.

Nah, di sepanjang perjalanan sebelum sampai ke Puncak Pusaran Angin ini, traveller bakal menemukan sebuah embung yang konon cerita embung ini mengering tanpa diketahui sebabnya. Padahal kawasan ini, sebelum dibangun embung, airnya bisa digunakan untuk membawa perahu. Tempat ini sebenarnya bisa dijadikan tempat beristirahat, jelang melakukan beberapa tanjakan lagi menuju Puncak Pusaran Angin.

Embung Payo Rapuih yang berada di atas bukit Batipuah, Kabupaten Tanah Datar. Foto: ReferensiKita.id



Jorong Payo Rapuih merupakan sebuah desa yang sebagian besar masyarakatnya hidup sebagai seorang petani. Makanya sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata, traveller akan memandang sejumlah perkebunan milik warga setempat, seperti perkebunan karet, sayur-sayuran, dan sawah.

Mungkin ada yang menganggap perjalanan yang cukup melelahkan yakni menghabiskan waktu kurang lebih 3 jam setelah mendarat di Bandara Internasional Minangkabau. Tapi ketika traveller berhasil sampai di Puncak Pusaran Angin, saksikan dan nikmatilah keindahan alam Minangkabau dari Puncak Pusaran Angin.


Menikmati Keindahan Alam di Puncak Pusaran Angin


Pengunjung berpose dengan latar belakang foto alam yang terlihat Danau Singkarak. Foto: ReferensiKita.id



Nah ini dia yang disebut pemandangan yang amat menakjubkan. Meski model yang di dalam foto itu hanya menggunakan baju tipis, jangan disangka saat berada di Puncak Pusaran Angin ini terasa biasa-biasa saja. Kenyataannya di tempat yang indah ini suhu udaranya amatlah dingin.

Sesuai dengan namanya tempatnya Puncak Pusaran Angin. Ya, di atas puncak perbukitan ini, anginnya berhembus tidaklah satu arah, melainkan seakan berasa berada di pusaran gulungan angin puting beliung. Anginnya itu berhembus, terkadang datang dari arah Timur, dan terkadang menerpa dari arah Utara.

Papan penanda berada di Puncak Pusaran Angin. Foto: ReferensiKita.id


Di Puncak Pusaran Angin ini dipasang papan penanda saat berada di lokasi Puncak Pusaran Angin. Papan penanda lokasi tersebut, juga bisa menunjukan arah angin yang berhembus di tempat yang sejuk ini. Nah, bagi traveller yang suka dengan pemandangan alam dari ketinggian tanpa harus melakukan tracking yang melelahkan, lokasi Puncak Pusaran Angin, sepertinya cocok buat Anda. (*)