arrow_upward
settings_brightness
Kondisi air terjun di tingkat keempat di lokasi wisata Pancuran Tujuh. Foto: ReferensiKita.id

ReferensiKita.id - Berada di ujung timur wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, tepatnya di Air Dingin, terdapat sebuah kawasan wisata air terjun yang amat eksotis. Alam yang masih asri dan air yang mengalir begitu sejuk, dapat ditemui di Air Terjun Pancuran Tujuh.

Untuk mencapai tempat wisata Pancuran Tujuh ini, apabila Anda telah sampai di Bypass Padang KM 18, cobalah untuk membaca ada tugu yang menuliskan Agro Wisata Lubuk Minturun. Di sana, lanjutkan perjalanannya dengan sedikit tanjakan.

Tidak bakalan menghabiskan waktu yang lama, nanti akan ada bertemu jalan persimpangan. Di sana Anda memiliki untuk ke arah kiri dimana ada masyarakat yang menjual bunga di tepi jalan. Apabila hal itu telah dilakukan, maka jarak Anda menuju ke Air Dingin sudah dekat.

Hanya saja untuk memastikan bahwa sudah mencapai daerah Air Dingin, nantinya ada akan melintasi jembatan besi. Nah di sanalah perbatasan antara daerah Lubuk Minturun dan Air Dingin.

Dari sini, posisi menuju Pancuran Tujuh tidak lah terlalu jauh, hanya butuh menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit dengan menggunakan kendaraan sepeda motor.

Kondisi jalan menuju Pancuran Tujuh. Foto: ReferensiKita.id 

Nah, untuk mengetahui keberadaan Pancuran Tujuh ini, nanti akan ada pemuda setempat yang menunggu di tepi jalan. Mereka merupakan tukang parkir sekaligus menunjukkan jalan yang bisa ditempuh menuju Pancuran Tujuh.

Dari titik parkir kendaraan itu, perjalanan menuju lokasi tidak lah terlalu jauh dan juga tidak terlalu rumit, karena hanya perlu melalui kawasan perkebunan. Bagi Anda yang tidak suka tracking, bakal menikmati perjalanan menuju lokasi Pancuran Tujuh.

Salah seorang pengunjung, Aputra, mengatakan, sebenarnya tidak lah terlalu rumit untuk menemukan lokasi wisata, hanya saja perlu kehati-hatian juga, mengingat medan jalan yang masih tanah, sehingga sangat mudah terpeleset.

"Tadi dalam perjalanan saya menikmati betul. Udara masih segar, dan kondisi jalan yang tidak terlalu melelahkan," katanya.

Hal yang mendasari ingin tetap mengunjungi Pancuran Tujuh, karena penasaran akan kondisi air terjun yang memiliki tingkat hingga ke tujuh. Konon cerita, ketujuh tingkat itu, tempat pemandian para bidadari. Namun terlepas dari cerita itu, sejatinya untuk mendatangi Pancuran Tujuh ingin menikmati wisata alam yang masih asri.

Singkat cerita dari perjalanan demi perjalanan dilalui kurang lebih 15 menit. Akhirnya sampai lah di pancuran air terjun di tingkat ke tiga. Kenapa langsung sampai ke tingkat tiga, karena tingkat dua dan satu, berada di lokasi yang curam.

Nah, di saat sampai di tingkat tiga ini, hal yang pertama kali ditemukan ialah sebuah air terjun yang masih tergolong kecil debit airnya. Ets, jangan salah, di bawahnya itu terdapat sebuga kolam yang cukup dalam dan cocok untuk berenang.

Mengingat airnya cukup dingin, bagi yang tidak biasa dengan air yang dingin untuk berenang. Disarankan gunakan pakaian serta jangan langsung nyebur, tapi dirasakan dulu aliran airnya.

Bagi yang punya kemera yang memoto di dalam air, sangat cocok mengabdi kan momen saat berenang di kawasan Pancuran Tujuh ini. Asyik, mandi segar, alam asri, dan dapat mengabadikan momen.

Selain menikmati air yang vegir dingin, bagi yang suka makan-makan cuba lah bawa makanan hangat. Misalnya mie rebus siap saji seperti Pop Mie (iklan mie nih).

Meski disarankan untuk membawa makanan siap saji, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah yang dibawa ke lokasi air terjun. Di tingkat tujuh, mandi sudah, sekarang coba lah untuk menuju ke tingkat selanjutnya.

Untuk menempuh perjalanan ke tingkat selanjutnya, jangan melawan arus air ya, tapi telusuri lah melalui jalan yang ada di tebing-tebing kawasan Pancuran Tujuh. Mungkin ada yang penasaran kondisi air terjun ke tingkat selanjutnya, karena memang semakin ke atas, air terjunnya semakin besar debit airnya.

Penampakan kayu-kayu hasil pemotongan yang bergelimpangan di kawasan Pancuran Tujuh. Foto: ReferensiKita.id 

Tapi ada hal pilu yang ditemui dalam perjalanan menuju air terjun ke tingkat selanjutnya, yakni banyaknya ditemui kayu-kayu hasil potongan bergelimpangan di aliran air sungai. Mungkin saja dibagian hulu sungai ini, terdapat aktivitas ilegal logging kali ya.

Setelah melewati momen itu, tidak lama kemudian barulah bisa menemui tempat air terjun yang tingkat ke lima. Ada kejutan baru di tempat ini, sambil mandi dapat menikmati pemandang alam yang begitu asri ke arah Barat Kota Padang.

Nah, bagaimana penasaran ke Pancuran Tujuh, patengin blog Referensi Kita yang menghadirkan Referensi Wisata bagi para agan yang hobi traveling.

Tujuh Bidadari dan Tujuh Tingkat Air Terjun, Adanya di Padang

Saturday, October 26, 2019 : 11:13
Kondisi air terjun di tingkat keempat di lokasi wisata Pancuran Tujuh. Foto: ReferensiKita.id

ReferensiKita.id - Berada di ujung timur wilayah Kota Padang, Sumatera Barat, tepatnya di Air Dingin, terdapat sebuah kawasan wisata air terjun yang amat eksotis. Alam yang masih asri dan air yang mengalir begitu sejuk, dapat ditemui di Air Terjun Pancuran Tujuh.

Untuk mencapai tempat wisata Pancuran Tujuh ini, apabila Anda telah sampai di Bypass Padang KM 18, cobalah untuk membaca ada tugu yang menuliskan Agro Wisata Lubuk Minturun. Di sana, lanjutkan perjalanannya dengan sedikit tanjakan.

Tidak bakalan menghabiskan waktu yang lama, nanti akan ada bertemu jalan persimpangan. Di sana Anda memiliki untuk ke arah kiri dimana ada masyarakat yang menjual bunga di tepi jalan. Apabila hal itu telah dilakukan, maka jarak Anda menuju ke Air Dingin sudah dekat.

Hanya saja untuk memastikan bahwa sudah mencapai daerah Air Dingin, nantinya ada akan melintasi jembatan besi. Nah di sanalah perbatasan antara daerah Lubuk Minturun dan Air Dingin.

Dari sini, posisi menuju Pancuran Tujuh tidak lah terlalu jauh, hanya butuh menempuh perjalanan kurang lebih 20 menit dengan menggunakan kendaraan sepeda motor.

Kondisi jalan menuju Pancuran Tujuh. Foto: ReferensiKita.id 

Nah, untuk mengetahui keberadaan Pancuran Tujuh ini, nanti akan ada pemuda setempat yang menunggu di tepi jalan. Mereka merupakan tukang parkir sekaligus menunjukkan jalan yang bisa ditempuh menuju Pancuran Tujuh.

Dari titik parkir kendaraan itu, perjalanan menuju lokasi tidak lah terlalu jauh dan juga tidak terlalu rumit, karena hanya perlu melalui kawasan perkebunan. Bagi Anda yang tidak suka tracking, bakal menikmati perjalanan menuju lokasi Pancuran Tujuh.

Salah seorang pengunjung, Aputra, mengatakan, sebenarnya tidak lah terlalu rumit untuk menemukan lokasi wisata, hanya saja perlu kehati-hatian juga, mengingat medan jalan yang masih tanah, sehingga sangat mudah terpeleset.

"Tadi dalam perjalanan saya menikmati betul. Udara masih segar, dan kondisi jalan yang tidak terlalu melelahkan," katanya.

Hal yang mendasari ingin tetap mengunjungi Pancuran Tujuh, karena penasaran akan kondisi air terjun yang memiliki tingkat hingga ke tujuh. Konon cerita, ketujuh tingkat itu, tempat pemandian para bidadari. Namun terlepas dari cerita itu, sejatinya untuk mendatangi Pancuran Tujuh ingin menikmati wisata alam yang masih asri.

Singkat cerita dari perjalanan demi perjalanan dilalui kurang lebih 15 menit. Akhirnya sampai lah di pancuran air terjun di tingkat ke tiga. Kenapa langsung sampai ke tingkat tiga, karena tingkat dua dan satu, berada di lokasi yang curam.

Nah, di saat sampai di tingkat tiga ini, hal yang pertama kali ditemukan ialah sebuah air terjun yang masih tergolong kecil debit airnya. Ets, jangan salah, di bawahnya itu terdapat sebuga kolam yang cukup dalam dan cocok untuk berenang.

Mengingat airnya cukup dingin, bagi yang tidak biasa dengan air yang dingin untuk berenang. Disarankan gunakan pakaian serta jangan langsung nyebur, tapi dirasakan dulu aliran airnya.

Bagi yang punya kemera yang memoto di dalam air, sangat cocok mengabdi kan momen saat berenang di kawasan Pancuran Tujuh ini. Asyik, mandi segar, alam asri, dan dapat mengabadikan momen.

Selain menikmati air yang vegir dingin, bagi yang suka makan-makan cuba lah bawa makanan hangat. Misalnya mie rebus siap saji seperti Pop Mie (iklan mie nih).

Meski disarankan untuk membawa makanan siap saji, jangan lupa untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah yang dibawa ke lokasi air terjun. Di tingkat tujuh, mandi sudah, sekarang coba lah untuk menuju ke tingkat selanjutnya.

Untuk menempuh perjalanan ke tingkat selanjutnya, jangan melawan arus air ya, tapi telusuri lah melalui jalan yang ada di tebing-tebing kawasan Pancuran Tujuh. Mungkin ada yang penasaran kondisi air terjun ke tingkat selanjutnya, karena memang semakin ke atas, air terjunnya semakin besar debit airnya.

Penampakan kayu-kayu hasil pemotongan yang bergelimpangan di kawasan Pancuran Tujuh. Foto: ReferensiKita.id 

Tapi ada hal pilu yang ditemui dalam perjalanan menuju air terjun ke tingkat selanjutnya, yakni banyaknya ditemui kayu-kayu hasil potongan bergelimpangan di aliran air sungai. Mungkin saja dibagian hulu sungai ini, terdapat aktivitas ilegal logging kali ya.

Setelah melewati momen itu, tidak lama kemudian barulah bisa menemui tempat air terjun yang tingkat ke lima. Ada kejutan baru di tempat ini, sambil mandi dapat menikmati pemandang alam yang begitu asri ke arah Barat Kota Padang.

Nah, bagaimana penasaran ke Pancuran Tujuh, patengin blog Referensi Kita yang menghadirkan Referensi Wisata bagi para agan yang hobi traveling.