arrow_upward
settings_brightness
Pesawat di Atas Pantai Maho yang Akan Mendarat di Bandara Internasional Princess Juliana (Foto: Shutter Stock)

ReferensiKita.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada sejumlah bandara di Indonesia yang berada dekat dari kawasan pantai, dan kondisi yang demikian bisa dikatakan terancam diterjang bencana tsunami.

Direktorat Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Medi Herilanto, mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia yang rentan akan terjadi tsunami, maka daerah kawasan pantai menjadi hal prioritas dilakukan mitigasi dan penanganan antisipasinya. Selain kawasan rumah penduduk di pantai yang menjadi ancaman, juga ada sejumlah bandara yang turut perlu diwaspadai dari ancaman bencana tsunami tersebut.

Salah satu bandara yang juga turut terancam tsunami di Indonesia itu, yakni Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang berada di dekat dari bibir pantai Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Di BIM, hal yang perlu dikhawatirkan itu landasan pacu yang sangat mudah dilanda tsunami, karena dilihat dari bibir pantai ke landasan pacu, hampir tidak ada hambatan apapun.

"Bicara soal fisik bangunan di BIM mungkin saja telah ramah gempa, cuma yang dilandasan pacu perlu dilakukan juga antisipasinya. Nah kita di BNPB ada cara untuk menghadang terjangan tsunami tersebut," katanya, di Padang, Selasa (12/11/2019).

Saat ini BNPB bersama pemerintah daerah yang berada di sepanjang garis pantai di Indonesia tengah melaksanakan program penanaman sejuta pohon di sepanjang pantai. Pohon yang ditanam itu berupa pohon cemara udang, dan sejumlah tanaman pohon lainnya yang cocok tumbuh di kawasan patani.

Untuk di dearah Sumatera Barat ini merupakan gerakan perdana, akan ada 3.000 pohon yang akan di tanam secara bertahap kepada 7 daerah kawasan pantai, seperti Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Pariaman, Padangpariaman, Padang, Kepulauan Mentawai, dan Pesisir Selatan.

"Jadi dari para ahli menyebutkan, semakin banyak pohon yang tumbuh di bibir pantai, maka akan semakin berkurang terjangan ombak saat datang ke dataran. Nah hal ini yang kita harapkan, sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi tsunami, air laut yang sampai ke daratan tidak begitu tajam menerjang daratan," ucapnya.

Begitu juga untuk BIM, juga perlu dilakukan penanaman pohon di kawasan sepanjang pantai Ketaping. Saat ini untuk di Kabupaten Padangpariman BNPB bersama Pemkab bekerjasama melakukan penanaman dan perawatan pohon yang ditanam tersebut.

Dalam hal ini PT Angkasa Pura II juga turut terlibat dalam penanaman itu, karena tujuan dari penanaman pohon di kawasan Pantai Ketaping itu juga bertujuan untuk menyelamatkan BIM dari ancaman tsunami, disamping untuk menyelamatkan masyarakat sekitar.

"Mungkin cukup banyak bandara yang berada dekat dari kawasan pantai, jumlah pastinya saya kurang tahu pasti," tegasnya.

Daftar Bandara di Indonesia yang Terancam Diterjang Tsunami, BIM Salah Satunya

Tuesday, November 12, 2019 : 14:40
Pesawat di Atas Pantai Maho yang Akan Mendarat di Bandara Internasional Princess Juliana (Foto: Shutter Stock)

ReferensiKita.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan ada sejumlah bandara di Indonesia yang berada dekat dari kawasan pantai, dan kondisi yang demikian bisa dikatakan terancam diterjang bencana tsunami.

Direktorat Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Medi Herilanto, mengatakan, sejumlah daerah di Indonesia yang rentan akan terjadi tsunami, maka daerah kawasan pantai menjadi hal prioritas dilakukan mitigasi dan penanganan antisipasinya. Selain kawasan rumah penduduk di pantai yang menjadi ancaman, juga ada sejumlah bandara yang turut perlu diwaspadai dari ancaman bencana tsunami tersebut.

Salah satu bandara yang juga turut terancam tsunami di Indonesia itu, yakni Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang berada di dekat dari bibir pantai Ketaping, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Di BIM, hal yang perlu dikhawatirkan itu landasan pacu yang sangat mudah dilanda tsunami, karena dilihat dari bibir pantai ke landasan pacu, hampir tidak ada hambatan apapun.

"Bicara soal fisik bangunan di BIM mungkin saja telah ramah gempa, cuma yang dilandasan pacu perlu dilakukan juga antisipasinya. Nah kita di BNPB ada cara untuk menghadang terjangan tsunami tersebut," katanya, di Padang, Selasa (12/11/2019).

Saat ini BNPB bersama pemerintah daerah yang berada di sepanjang garis pantai di Indonesia tengah melaksanakan program penanaman sejuta pohon di sepanjang pantai. Pohon yang ditanam itu berupa pohon cemara udang, dan sejumlah tanaman pohon lainnya yang cocok tumbuh di kawasan patani.

Untuk di dearah Sumatera Barat ini merupakan gerakan perdana, akan ada 3.000 pohon yang akan di tanam secara bertahap kepada 7 daerah kawasan pantai, seperti Kabupaten Pasaman Barat, Agam, Pariaman, Padangpariaman, Padang, Kepulauan Mentawai, dan Pesisir Selatan.

"Jadi dari para ahli menyebutkan, semakin banyak pohon yang tumbuh di bibir pantai, maka akan semakin berkurang terjangan ombak saat datang ke dataran. Nah hal ini yang kita harapkan, sehingga apabila sewaktu-waktu terjadi tsunami, air laut yang sampai ke daratan tidak begitu tajam menerjang daratan," ucapnya.

Begitu juga untuk BIM, juga perlu dilakukan penanaman pohon di kawasan sepanjang pantai Ketaping. Saat ini untuk di Kabupaten Padangpariman BNPB bersama Pemkab bekerjasama melakukan penanaman dan perawatan pohon yang ditanam tersebut.

Dalam hal ini PT Angkasa Pura II juga turut terlibat dalam penanaman itu, karena tujuan dari penanaman pohon di kawasan Pantai Ketaping itu juga bertujuan untuk menyelamatkan BIM dari ancaman tsunami, disamping untuk menyelamatkan masyarakat sekitar.

"Mungkin cukup banyak bandara yang berada dekat dari kawasan pantai, jumlah pastinya saya kurang tahu pasti," tegasnya.