arrow_upward
settings_brightness
Miniatur yang terbuat dari jerami padi. Foto: ReferensiKita.id 

ReferensiKita.id -
Kerajinan berbagai jenis miniatur yang dilahirkan oleh usaha yang diberi nama Jemboni Craff sungguh terbilang unik. Berbagai model miniatur yang dibuat oleh Windra, ternyata terbuat dari jerami padi.

Windra, pengrajin miniatur mengatakan, ada pengalaman tersendiri dalam hal melahirkan miniatur dari jerami padi tersebut. Awal mulanya, ia membuat miniatur berbagai jenis hewan dari tanah liat. Karya miniaturnya itu diperuntukkan bagi orang yang hobi koleksi barang miniatur sebagai hiasan meja, kamar, maupun untuk kado.

Akan tetapi, diwaktu membuat miniatur dari tanah liat, hal yang sering terjadi, pesanan dari pembeli mengeluhkan rusaknya miniatur yang dibuatnya, seperti patah, dan bahkan sangat rapuh. Dari kondisi ini, Windra mencari cara untuk mengganti bahan yang digunakan.

"Jadi untuk kerajinan miniatur ini sudah saya lakoni sejak tahun 2012, dan untuk melahirkan karya miniatur dari jerami padi itu, baru saya dilakukan selama dua tahun ini. Soal penghasilannya, alhamdulillah cukup bagus," kata pengrajin asal Kabupaten Tanah Datar ini

Ia menjelaskan, tentang membuat kerajinan miniatur dari jerami padi tidak lah terlalu rumit. Caranya utamanya haruslah mengambil jerami padi yang di sawah, yang telah panen. Jerami yang ada itu, dipilah untuk diambil sesuai kebutuhan.

"Jadi jerami yang dikumpulkan itu nantinya digumpalkan sesuai yang dibuat. Misalnya membuat miniatur kerbau, jadi gumpalannya itu sesuai bentuk kerbau. Setelah itu di ikat dengan benang karung gini, dan untuk pembentukan detailnya, menggunakan lem yang dibuat dari tepung terigu," ujarnya.

Proses untuk menciptakan miniatur dari jerami padi ini, tentunya membutuhkan keahlian, seperti membuat bentuk kaki, tubuh, kepala, dan wajah. Di sini, adalah proses penentu, jadi apa gagalnya menciptakan miniatur dari gumpalan jerami tersebut.

Bagi Windra, untuk menyelesaikan satu miniatur bisa menghabiskan waktu setengah hari, atau hanya bisa dua model miniatur saja. Jenis hewan yang dilakukan pembuatan miniaturnya itu yakni kerbau, jerapah, sapi, harimau, rusa, dan beberapa jenis lainnya.

Tidak hanya miniatur hewan yang diciptakan oleh Windra, tetapi juga aksesoris lainnya, seperti lampu hias, dan jenis lainnya. Untuk harga, bervariasi, mulai dari Rp40 ribu hingga Rp100 ribu per unit miniatur.

Wendra saat memasarkan Kerajinannya di even Tour de Singkarak 2019. Foto: ReferensiKita.id 

"Pemasaran yang kita lakukan itu melalui medsos dan juga di situs belanja online yakni di Tokopedia. Lewat online, saya rasa cukup bagus. Cuma selain secara online, melalui even yang membuka stand UMKM, saya ikut, terutama untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar," ungkapnya.

Ia mengaku, sangat menikmati kerajinannya itu, karena selain turut memanfaatkan jerami padi yang sejatinya hanya bisa dibakar, tapi melalui tangan dan ide kreatifnya itu, dapat melahirkan karya yang besar manfaatnya.

Apalagi untuk mendapatkan jerami padi di kampungnya itu tidak lah terlalu sulit. Bisa dikatakan tinggal menjemput di sawah, dan mengambil semuanya saja. Keuntungan lainya, bahan seperti jerami padi bisa didapatkan secara gratis.

"Bahan gratis, mudah membuatnya, dan penjualan cukup bagus. Makanya saya memilih menjadi pengrajin miniatur yang menggunakan bahan utama dari jerami padi," sebutnya.

Jemboni Craff Lahirkan Kerajinan Miniatur dari Jerami Padi

Wednesday, November 06, 2019 : 07:03
Miniatur yang terbuat dari jerami padi. Foto: ReferensiKita.id 

ReferensiKita.id -
Kerajinan berbagai jenis miniatur yang dilahirkan oleh usaha yang diberi nama Jemboni Craff sungguh terbilang unik. Berbagai model miniatur yang dibuat oleh Windra, ternyata terbuat dari jerami padi.

Windra, pengrajin miniatur mengatakan, ada pengalaman tersendiri dalam hal melahirkan miniatur dari jerami padi tersebut. Awal mulanya, ia membuat miniatur berbagai jenis hewan dari tanah liat. Karya miniaturnya itu diperuntukkan bagi orang yang hobi koleksi barang miniatur sebagai hiasan meja, kamar, maupun untuk kado.

Akan tetapi, diwaktu membuat miniatur dari tanah liat, hal yang sering terjadi, pesanan dari pembeli mengeluhkan rusaknya miniatur yang dibuatnya, seperti patah, dan bahkan sangat rapuh. Dari kondisi ini, Windra mencari cara untuk mengganti bahan yang digunakan.

"Jadi untuk kerajinan miniatur ini sudah saya lakoni sejak tahun 2012, dan untuk melahirkan karya miniatur dari jerami padi itu, baru saya dilakukan selama dua tahun ini. Soal penghasilannya, alhamdulillah cukup bagus," kata pengrajin asal Kabupaten Tanah Datar ini

Ia menjelaskan, tentang membuat kerajinan miniatur dari jerami padi tidak lah terlalu rumit. Caranya utamanya haruslah mengambil jerami padi yang di sawah, yang telah panen. Jerami yang ada itu, dipilah untuk diambil sesuai kebutuhan.

"Jadi jerami yang dikumpulkan itu nantinya digumpalkan sesuai yang dibuat. Misalnya membuat miniatur kerbau, jadi gumpalannya itu sesuai bentuk kerbau. Setelah itu di ikat dengan benang karung gini, dan untuk pembentukan detailnya, menggunakan lem yang dibuat dari tepung terigu," ujarnya.

Proses untuk menciptakan miniatur dari jerami padi ini, tentunya membutuhkan keahlian, seperti membuat bentuk kaki, tubuh, kepala, dan wajah. Di sini, adalah proses penentu, jadi apa gagalnya menciptakan miniatur dari gumpalan jerami tersebut.

Bagi Windra, untuk menyelesaikan satu miniatur bisa menghabiskan waktu setengah hari, atau hanya bisa dua model miniatur saja. Jenis hewan yang dilakukan pembuatan miniaturnya itu yakni kerbau, jerapah, sapi, harimau, rusa, dan beberapa jenis lainnya.

Tidak hanya miniatur hewan yang diciptakan oleh Windra, tetapi juga aksesoris lainnya, seperti lampu hias, dan jenis lainnya. Untuk harga, bervariasi, mulai dari Rp40 ribu hingga Rp100 ribu per unit miniatur.

Wendra saat memasarkan Kerajinannya di even Tour de Singkarak 2019. Foto: ReferensiKita.id 

"Pemasaran yang kita lakukan itu melalui medsos dan juga di situs belanja online yakni di Tokopedia. Lewat online, saya rasa cukup bagus. Cuma selain secara online, melalui even yang membuka stand UMKM, saya ikut, terutama untuk wilayah Kabupaten Tanah Datar," ungkapnya.

Ia mengaku, sangat menikmati kerajinannya itu, karena selain turut memanfaatkan jerami padi yang sejatinya hanya bisa dibakar, tapi melalui tangan dan ide kreatifnya itu, dapat melahirkan karya yang besar manfaatnya.

Apalagi untuk mendapatkan jerami padi di kampungnya itu tidak lah terlalu sulit. Bisa dikatakan tinggal menjemput di sawah, dan mengambil semuanya saja. Keuntungan lainya, bahan seperti jerami padi bisa didapatkan secara gratis.

"Bahan gratis, mudah membuatnya, dan penjualan cukup bagus. Makanya saya memilih menjadi pengrajin miniatur yang menggunakan bahan utama dari jerami padi," sebutnya.