arrow_upward
settings_brightness
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan wisata halal mulai diberlakukan pada tahun 2020. Hal ini dikarenakan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Wisata Halal akan disahkan pada tahun 2020
Kawasan wisata yang ada di Kota Padang
ReferensiKita.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan wisata halal mulai diberlakukan pada tahun 2020. Hal ini dikarenakan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Wisata Halal akan disahkan pada tahun 2020.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, saat ini Ranperda Tentang Wisata Halal telah disetujui oleh seluruh fraksi di DPRD Sumatera Barat. Langkah selanjutnya setelah disetujui Ranperda menjadi Perda, dan dilanjutkan ke sidang pleno.

"Jadi tahun 2020 itu pariwisata di Sumatera Barat telah menerapkan wisata halal. Tentunya kita dari Pemprov Sumatera Barat akan mensosialisasi kepada masyarakat dan juga kepada wisatawan," katanya, Rabu (18/12/2019).

Nasrul menjelaskan setelah nanti pariwisata di Sumatera Barat menerapkan wisata halal, maka untuk makanan akan diberi label halal, hotel dan penginapan dengan pemahaman dan hotel syariah, serta pelayanan di hotel karyawan juga perlu berpenampilan sopan yang sesuai dengan ketentuan dalam Perda Wisata Halal.

Begitu juga untuk lokasi wisata, disetiap titik lokasi wisata akan dibangun atau disediakan tempat ibadah. Artinya disaat wisatawan berada di lokasi wisata dan apabila masuk waktu shalat, maka wisarawan bisa menjangkau tempat ibadah lebih cepat dan lebih dekat.

"Kalau sudah wisata halal nantinya, berarti semua yang berkaitan dengan pariwisata itu sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Perda Wisata Halal itu," jelasnya.

Intinya, Nasrul menyebutkan, dalam Perda Wisata Halal dijelaskan pariwisata halal yang dimaksud adalah memberikan jaminan kepada wisatawan muslim, untuk bisa beribadah di mana saja, saat berada di Sumatera Barat. Selain itu disiapkan pula kuliner dengan sertifikasi halal yang artinya sehat untuk dikonsumsi.

Perda Tentang Wisata Halal akan disahkan pada tahun 2020


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial, mengatakan, Perda Wisata Halal dihadirkan bertujuan untuk memberikan payung hukum. Selain itu melalui Perda, akan ada penjelasan serta aturan tentang apa itu wisata halal di Sumatera Barat.

Dikatakannya, perjalanan Ranperd Wisata Halal itu termasuk waktu yang cukup lama. Bahkan untuk draft Ranperda Wisata Halal telah dimulai dirancang sejak tahun 2016. Lamanya waktu yang berjalan, karena banyak hal yang terus dikaji. Hingga akhirnya tahun depan 2020 diperkirakan Perda sudah bisa diterapkan.

"Draff Ranperda itu ada mengalami perubahan, karena dinilai ada yang terus diperbaiki. Sekarang akhirnya sepakat dan bakal segera diplenokan," ungkapnya.

Novrial mengakui bahwa ada sekolompok orang yang memandang memandang bahwa konsep wisata halal perlu lebih diperjelas, karena dengan mengidentifikasinya sebagai wisata syariah. Padahal, wisata halal itu konsepnya sederhana, yaitu memberikan kemudahan akses beribadah dan kuliner halal dan higienis bagi muslim saat berwisata.

Ia memaparkan terkait wisata halal sebenarnya merupakan bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim. Pelayanan wisatawan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam.

Contohnya, konsep wisata halal seperti setiap produk dan jasa dirancang untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan muslim. Mulai dari restoran halal (tidak menjual makanan/minuman non-halal), penginapan halal, dan sebagainya.

Ketentuan berlaku secara universal di seluruh negara dengan indikator wisata halal. Seperti makanan halal yaitu ebas alkohol, daging babi, dan sejenisnya. Tersedianya fasilitas ibadah, kamar mandi dengan air untuk wudhu. Pelayanan saat bulan Ramadhan, misalnya santapan berbuka dan sahur.

"Lalu juga pencantuman label non-halal apabila ada makanan yang tidak halal. Serta untuk fasilitas rekreasi yang menjaga privasi, tidak bercampur-baur secara bebas," jelas Novrial.

Siap-siap, Wisata Halal di Sumbar Diberlakukan 2020

Wednesday, December 18, 2019 : 18:29
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan wisata halal mulai diberlakukan pada tahun 2020. Hal ini dikarenakan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Wisata Halal akan disahkan pada tahun 2020
Kawasan wisata yang ada di Kota Padang
ReferensiKita.id - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memastikan wisata halal mulai diberlakukan pada tahun 2020. Hal ini dikarenakan Peraturan Daerah (Perda) Tentang Wisata Halal akan disahkan pada tahun 2020.

Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit, mengatakan, saat ini Ranperda Tentang Wisata Halal telah disetujui oleh seluruh fraksi di DPRD Sumatera Barat. Langkah selanjutnya setelah disetujui Ranperda menjadi Perda, dan dilanjutkan ke sidang pleno.

"Jadi tahun 2020 itu pariwisata di Sumatera Barat telah menerapkan wisata halal. Tentunya kita dari Pemprov Sumatera Barat akan mensosialisasi kepada masyarakat dan juga kepada wisatawan," katanya, Rabu (18/12/2019).

Nasrul menjelaskan setelah nanti pariwisata di Sumatera Barat menerapkan wisata halal, maka untuk makanan akan diberi label halal, hotel dan penginapan dengan pemahaman dan hotel syariah, serta pelayanan di hotel karyawan juga perlu berpenampilan sopan yang sesuai dengan ketentuan dalam Perda Wisata Halal.

Begitu juga untuk lokasi wisata, disetiap titik lokasi wisata akan dibangun atau disediakan tempat ibadah. Artinya disaat wisatawan berada di lokasi wisata dan apabila masuk waktu shalat, maka wisarawan bisa menjangkau tempat ibadah lebih cepat dan lebih dekat.

"Kalau sudah wisata halal nantinya, berarti semua yang berkaitan dengan pariwisata itu sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Perda Wisata Halal itu," jelasnya.

Intinya, Nasrul menyebutkan, dalam Perda Wisata Halal dijelaskan pariwisata halal yang dimaksud adalah memberikan jaminan kepada wisatawan muslim, untuk bisa beribadah di mana saja, saat berada di Sumatera Barat. Selain itu disiapkan pula kuliner dengan sertifikasi halal yang artinya sehat untuk dikonsumsi.

Perda Tentang Wisata Halal akan disahkan pada tahun 2020


Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, Novrial, mengatakan, Perda Wisata Halal dihadirkan bertujuan untuk memberikan payung hukum. Selain itu melalui Perda, akan ada penjelasan serta aturan tentang apa itu wisata halal di Sumatera Barat.

Dikatakannya, perjalanan Ranperd Wisata Halal itu termasuk waktu yang cukup lama. Bahkan untuk draft Ranperda Wisata Halal telah dimulai dirancang sejak tahun 2016. Lamanya waktu yang berjalan, karena banyak hal yang terus dikaji. Hingga akhirnya tahun depan 2020 diperkirakan Perda sudah bisa diterapkan.

"Draff Ranperda itu ada mengalami perubahan, karena dinilai ada yang terus diperbaiki. Sekarang akhirnya sepakat dan bakal segera diplenokan," ungkapnya.

Novrial mengakui bahwa ada sekolompok orang yang memandang memandang bahwa konsep wisata halal perlu lebih diperjelas, karena dengan mengidentifikasinya sebagai wisata syariah. Padahal, wisata halal itu konsepnya sederhana, yaitu memberikan kemudahan akses beribadah dan kuliner halal dan higienis bagi muslim saat berwisata.

Ia memaparkan terkait wisata halal sebenarnya merupakan bagian dari industri pariwisata yang ditujukan untuk wisatawan muslim. Pelayanan wisatawan dalam pariwisata halal merujuk pada aturan-aturan Islam.

Contohnya, konsep wisata halal seperti setiap produk dan jasa dirancang untuk memenuhi kebutuhan para wisatawan muslim. Mulai dari restoran halal (tidak menjual makanan/minuman non-halal), penginapan halal, dan sebagainya.

Ketentuan berlaku secara universal di seluruh negara dengan indikator wisata halal. Seperti makanan halal yaitu ebas alkohol, daging babi, dan sejenisnya. Tersedianya fasilitas ibadah, kamar mandi dengan air untuk wudhu. Pelayanan saat bulan Ramadhan, misalnya santapan berbuka dan sahur.

"Lalu juga pencantuman label non-halal apabila ada makanan yang tidak halal. Serta untuk fasilitas rekreasi yang menjaga privasi, tidak bercampur-baur secara bebas," jelas Novrial.