arrow_upward
settings_brightness
RerensiKita.id - Cukup mengeluarkan uang Rp5.000 untuk sampai berwisata ke Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan cara menggunakan transportasi kereta api dari Stasiun Padang. Tapi jangan sekedar berwisata, cobalah untuk menikmati sejumlah makanan cemilan khas Pariaman.

Kota Pariaman yang terletak dibagian pantai yang menghadap ke laut Samudera, memiliki hasil tangkapan nelayan yang berlimpah. Dari hasil tangkapan nelayan ini, lahirlah berbagai makanan  dari bahan ikan, kepiting, dan udang, yang dijual di kawasan wisata Pantai Gandoriah, Pariaman.

Ya, di wisata Pantai Gandoriah ini ada satu tempat yang secara khusus menjual kuliner atau cemilan khas Pariaman. Mulai dari yang sudah populer yakni sala lauak, hingga goreng kepiting dan udang, yang dibuat seperti peyek.

Neti, penjual cemilan khas Pariaman, mengatakan, kuliner cemilan seperti sala lauak, goreng kepiting dan udang, cukup banyak dijual di daerah Pariaman. Alasan begitu banyak yang menjualnya, karena seperti sala lauak yang terbuat dari adonan daging ikan, merupakan cemilan untuk campuran di makan dengan sate dan gulai lontong.

Sementara untuk goreng kepiting dan udang, banyak dinikmati untuk cemilan sembari memandang Pantai Gandoriah. Bahkan ada juga dimakan sebagai lauk pauk saat menyantap nasi sek yang juga terkenal di Pariaman.

"Di sini banyak yang jual gorengan ini, karena membuatnya itu mudah, harga yang murah, sehingga banyak yang beli," katanya.

Kuliner Sala Luak


Sala lauak merupakan cemilan yang terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung dan cabe merah giling. Semua hal itu dapat diaduk dibentuk menjadi bulat sebesar bola pingpong, dab barulah digoreng hingga warnanya kuning kecoklatan.

sala lauak ini merupakan kuliner khas Kota Pariaman yang dapat ditemui di wisata Pantai Gandoriah
Sala lauak Pariaman di Pantai Gandoriah. Foto: Noli Hendra
Sala lauak paling enak dinikmati di saat masih ada rasa panasnya, karena sala lauak ini aka renyah pada bagian luarnya ketika di gigit, dan gurih di bagian isinya. Harga sala lauak ini, beragam dan tergantung ukurannya, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 untuk per bijinya.

"Sala lauak hanya ada di Pariaman dan Padang Pariaman saja, jika pun ada di luar daerah sana, mungkin masyarakat di sini merantau dan membuka usaha jualan sala lauak," ujar Neti.

Kuliner Goreng Kepiting


Selain sala lauak, di lokasi wisata Pantai Gandoriah ini juga ada kuliner yang tidak kalah gurihnya, yakni goreng kepiting. Ets, jangan berpikir cemilan yang satu ini goreng kepiting biasa saja. Karena ada yang tidak biasa goreng kepiting di Pariaman ini.

Untuk menggiring kepiting ini, penjualnya sekaligus yang memasak kepiting, menambahkan bumbu cabe merah giling dan tepung. Nantinya, sebelum digoreng kepitingnya akan dibaluti tepung, dan di waktu di dalam kuali akan dibuat mengambang seperti membuat peyek. Cukup unik, biasanya peyek dari kacang tanah, sekarang malah terbuat dari goreng kepiting.

Soal rasanya, tidak diragukan lagi. Rasa pedas dan gurihnya cangkang kepiting serta lembutnya daging kepiting, membuat nafsu makan semakin bertambah. Enaknya lagi, goreng kepiting ini ditamburi kuah gulai dab ditambah sepiring nasi hangat.

kuliner goreng kepiting di wisanta pantai gandoriah pariaman murah
Goreng kepiting khas kuliner Pariaman di Pantai Gandoriah. Foto: Noli Hendra
Untuk menikmati goreng kepiting di Pariaman ini, harganya tergantung ukuran kepiting, mulai Rp4.000 - Rp5.000 per ekor. Cukup layak harga segitu, karena tidak perlu repot untuk memasak kepiting, dan di Pariaman ini tinggal disantap sepuas-puasnya.

Kuliner Goreng Udang


Berbicara goreng udang, mungkin saja berbagai daerah Nusantara ini telah melakukan berbagai kreasi masakan dari udang. Tapi di wista Pantai Gandoriah Pariaman ini, goreng udang yang dijual ada yang berbeda dengan goreng udang pada umumnya.

Setidaknya ada dua model goreng udang yang diolah, yakni goreng udang peyek dan goreng udang sate. Di antara kedua model goreng udang ini, ukuran udang pun berbeda. Untuk goreng udang peyek menggunakan udang berukuran kecil, dan goreng udang sate berukuran sedang.

Bumbu yang digunakannya itu hampir sama, perbedaannya itu hanya dari cara memasaknya. Karena intinya, kata Neti, mulai dari goreng sala lauak, goreng kepiting, dan goreng udang ini, mengedepankan rasa pedas, yang merupakan rasa khas masyarakat Minangkabau.

Nah untuk goreng udang yang dijual di Pariaman itu, selain gurih dan lembut, ada rasa pedasnya. Soal harga, tergantung ukuran dari udang yang digoreng, mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 per satu peyek dan satu tusuk sate udang.

kuliner goreng udang yang ada di wisata Pantai Gandoriah Pariaman
Goreng udang yang ada di lokasi wisata Pantai Gandoriah Pariaman, Foto: Noli Hendra
Salah seorang pengunjung di Gandoriah Pariaman, Syahkila, mengatakan, cemilan yang ada di Gandoriah enak dan gurih, serta tidak bakalan mengecewakan. Harga yang terjangkau, serta masakan yang enak.

"Saya lebih suka sala luaknya, karena enak dan murah. Apalagi pas duduk di pantai, makan mie rebus, lalu dicampur dengan sala lauak, maka enak jadinya," kata pengunjung asal Kota Padang ini.

Dikatakannya, di Padang masih ada yang menjual sala lauak, namun soal rasa lebih enak di kampung halamannya pencipta rasa sala lauak. Makanya disetiap singgah di Pantai Gandoriah, sala lauak seakan menjadi cemilan wajib untuk dinikmati.

Jika ke Pantai Gandoriah, Jangan Abaikan Tiga Cemilan Khas Pariaman Ini

Saturday, January 11, 2020 : 15:07
RerensiKita.id - Cukup mengeluarkan uang Rp5.000 untuk sampai berwisata ke Kota Pariaman, Sumatera Barat, dengan cara menggunakan transportasi kereta api dari Stasiun Padang. Tapi jangan sekedar berwisata, cobalah untuk menikmati sejumlah makanan cemilan khas Pariaman.

Kota Pariaman yang terletak dibagian pantai yang menghadap ke laut Samudera, memiliki hasil tangkapan nelayan yang berlimpah. Dari hasil tangkapan nelayan ini, lahirlah berbagai makanan  dari bahan ikan, kepiting, dan udang, yang dijual di kawasan wisata Pantai Gandoriah, Pariaman.

Ya, di wisata Pantai Gandoriah ini ada satu tempat yang secara khusus menjual kuliner atau cemilan khas Pariaman. Mulai dari yang sudah populer yakni sala lauak, hingga goreng kepiting dan udang, yang dibuat seperti peyek.

Neti, penjual cemilan khas Pariaman, mengatakan, kuliner cemilan seperti sala lauak, goreng kepiting dan udang, cukup banyak dijual di daerah Pariaman. Alasan begitu banyak yang menjualnya, karena seperti sala lauak yang terbuat dari adonan daging ikan, merupakan cemilan untuk campuran di makan dengan sate dan gulai lontong.

Sementara untuk goreng kepiting dan udang, banyak dinikmati untuk cemilan sembari memandang Pantai Gandoriah. Bahkan ada juga dimakan sebagai lauk pauk saat menyantap nasi sek yang juga terkenal di Pariaman.

"Di sini banyak yang jual gorengan ini, karena membuatnya itu mudah, harga yang murah, sehingga banyak yang beli," katanya.

Kuliner Sala Luak


Sala lauak merupakan cemilan yang terbuat dari ikan yang dicampur dengan tepung dan cabe merah giling. Semua hal itu dapat diaduk dibentuk menjadi bulat sebesar bola pingpong, dab barulah digoreng hingga warnanya kuning kecoklatan.

sala lauak ini merupakan kuliner khas Kota Pariaman yang dapat ditemui di wisata Pantai Gandoriah
Sala lauak Pariaman di Pantai Gandoriah. Foto: Noli Hendra
Sala lauak paling enak dinikmati di saat masih ada rasa panasnya, karena sala lauak ini aka renyah pada bagian luarnya ketika di gigit, dan gurih di bagian isinya. Harga sala lauak ini, beragam dan tergantung ukurannya, mulai dari Rp500 hingga Rp1.000 untuk per bijinya.

"Sala lauak hanya ada di Pariaman dan Padang Pariaman saja, jika pun ada di luar daerah sana, mungkin masyarakat di sini merantau dan membuka usaha jualan sala lauak," ujar Neti.

Kuliner Goreng Kepiting


Selain sala lauak, di lokasi wisata Pantai Gandoriah ini juga ada kuliner yang tidak kalah gurihnya, yakni goreng kepiting. Ets, jangan berpikir cemilan yang satu ini goreng kepiting biasa saja. Karena ada yang tidak biasa goreng kepiting di Pariaman ini.

Untuk menggiring kepiting ini, penjualnya sekaligus yang memasak kepiting, menambahkan bumbu cabe merah giling dan tepung. Nantinya, sebelum digoreng kepitingnya akan dibaluti tepung, dan di waktu di dalam kuali akan dibuat mengambang seperti membuat peyek. Cukup unik, biasanya peyek dari kacang tanah, sekarang malah terbuat dari goreng kepiting.

Soal rasanya, tidak diragukan lagi. Rasa pedas dan gurihnya cangkang kepiting serta lembutnya daging kepiting, membuat nafsu makan semakin bertambah. Enaknya lagi, goreng kepiting ini ditamburi kuah gulai dab ditambah sepiring nasi hangat.

kuliner goreng kepiting di wisanta pantai gandoriah pariaman murah
Goreng kepiting khas kuliner Pariaman di Pantai Gandoriah. Foto: Noli Hendra
Untuk menikmati goreng kepiting di Pariaman ini, harganya tergantung ukuran kepiting, mulai Rp4.000 - Rp5.000 per ekor. Cukup layak harga segitu, karena tidak perlu repot untuk memasak kepiting, dan di Pariaman ini tinggal disantap sepuas-puasnya.

Kuliner Goreng Udang


Berbicara goreng udang, mungkin saja berbagai daerah Nusantara ini telah melakukan berbagai kreasi masakan dari udang. Tapi di wista Pantai Gandoriah Pariaman ini, goreng udang yang dijual ada yang berbeda dengan goreng udang pada umumnya.

Setidaknya ada dua model goreng udang yang diolah, yakni goreng udang peyek dan goreng udang sate. Di antara kedua model goreng udang ini, ukuran udang pun berbeda. Untuk goreng udang peyek menggunakan udang berukuran kecil, dan goreng udang sate berukuran sedang.

Bumbu yang digunakannya itu hampir sama, perbedaannya itu hanya dari cara memasaknya. Karena intinya, kata Neti, mulai dari goreng sala lauak, goreng kepiting, dan goreng udang ini, mengedepankan rasa pedas, yang merupakan rasa khas masyarakat Minangkabau.

Nah untuk goreng udang yang dijual di Pariaman itu, selain gurih dan lembut, ada rasa pedasnya. Soal harga, tergantung ukuran dari udang yang digoreng, mulai dari Rp4.000 hingga Rp5.000 per satu peyek dan satu tusuk sate udang.

kuliner goreng udang yang ada di wisata Pantai Gandoriah Pariaman
Goreng udang yang ada di lokasi wisata Pantai Gandoriah Pariaman, Foto: Noli Hendra
Salah seorang pengunjung di Gandoriah Pariaman, Syahkila, mengatakan, cemilan yang ada di Gandoriah enak dan gurih, serta tidak bakalan mengecewakan. Harga yang terjangkau, serta masakan yang enak.

"Saya lebih suka sala luaknya, karena enak dan murah. Apalagi pas duduk di pantai, makan mie rebus, lalu dicampur dengan sala lauak, maka enak jadinya," kata pengunjung asal Kota Padang ini.

Dikatakannya, di Padang masih ada yang menjual sala lauak, namun soal rasa lebih enak di kampung halamannya pencipta rasa sala lauak. Makanya disetiap singgah di Pantai Gandoriah, sala lauak seakan menjadi cemilan wajib untuk dinikmati.