arrow_upward
settings_brightness
Harfiandri Damanhuri saat berada di Resort Monkeys
Harfiandri Damanhuri saat berada di Resort Monkeys 

ReferensiKita.id - Untuk menuju lokasi Monkeys Resort di Selatan Pulau Tanah Bala dapat melalui dua jalur. Pertama jalur udara dan ke dua jalur laut. Jalur udara dari Padang via pesawat ke Bandara Binaka, Pulau Nias.

Dari Binaka dengan mobil carteran menuju Teluk Dalam, Nias Selatan. Perjalan dengan mobil carteran melalui jalur pantai melintasi kawasan Gido, Idanogawo, Bawolato dan Lahusa.

Sorenya lk jam 16.00 (3,5 jam) sampailah kami di kawasan pesisir pantai Teluk Dalam, yang terkenal dengan ombak surfingnya. Sebelum terkenalnya ombak surfing Mentawai.

Setelah menginap 1 malam di salah satu penginapan di pantai. Besok paginya kami dari Pelabuhan Teluk Dalam via boad Mentawai Fast menuju Pulau Telo. Sampai di Pelabuhan Telo lk 3-4 jam pelayaran dengan mesin kapal cepat 21.000 PK.

Sampai di Telo, kami harus naik boad terbuka lagi dengan mesin 40 PK, untuk melanjutkan perjalanan melalui beberapa selat antara pulau kecil yang eksotik seperti Pulau Sibananu, Pulau Sipika dan masuk ke jalur  Selat Tanah Bala.

Selat yang memisahkan antara Pulau Tanah Masa dan Pulau Tanah Bala. Lautnya tenang, hutan di ke dua pulau begitu lebat dan padat. Menghijau.

Kami menikmati sunset yang indah di tengah gelombang laut yang lembut. Sampai memasuki malam. Kami masih berada diatas boad di laut yang beriak, bergelombang dan tenang. Dalam perjalanan menggunakan speed boad dengan kecepatan sedang melaju kencang membelah lautan.

Alam cukup bersahabat sore menjelang malam ketika itu. Hujan pun tidak turun. Angin pun berhembus sepoi.

Kami tetap memperhatikan titik lampu. Arah tujuan kami ke dalam teluk yang tersembunyi. Lebih kurang pukul 20.30 kami sampai di pantai tujuan. Kawasan Pantai Monkeys Resort @ Luxury Surf Resort.

Kami disambut dengan hangat oleh staf resort. Makan malam dihidangkan ikan gulai kuning dicampur dengan kentang, mie, sayur dan ditaburi dengan bawang goreng. Dengan kuah kuning yang kental. Katanya menu western.

Enaknya penyambutan kami malam itu. Penuh kekeluargaan di restoran Monkey Resort oleh Mark Byrne. Menu makan malam saat kedatangan kami disiapkan oleh Josh Saurders dan para stafnya. Menu spesial malam itu, kata Josh bersemangat.

Setelah menikmati cahaya malam yang gelap gulita. Di selangi dengan cahaya kuning dari restoran yang begitu indah. Dengan deburan ombak yang lembut dan semilir angin pantai malam itu seperti berada belahan dunia lain.

Gemercik dedaunan pohon kelapa yang tinggi, masih berjejer diantara beberapa lokasi tempat penginapan yang mewah dan alami. Tertata rapi dan bersih.

Pagi sekali kami bangun. Saya menikmati pantai pasir putih dengan rasa air laut yang hangat. Saya berenang ke arah tengah laut.

Selain berenang di pantai teluk yang indah dan tersembunyi. Saya juga belajar memakai paddle board.

Walaupun baru tahap belajar menikmati paddle board, seperti saya menggunakan papan surfing untuk belajar berdiri di atas paddle board tersebut.

Keseimbang kadang kala menjadi masalah bagi pemula. Apa lagi masalah berat badan. Ketika belajar harus berdiri di atas paddle board tersebut dan mendayungnya.

Baca Juga: Maritim Pantai Barat Sumatra

Miring ke kiri ke kanan. Itu biasa. Akhirnya keseimbangan sudah tidak bisa dikendalikan. Saya melompat ke dalam air, setelah tidak dapat menjaga keseimbangan diatas paddle tersebut.

Jadi kalah dong saya, jika dibandingkan dengan kemampuan buk Susi Pujiastuti, Men KP sebelum Men KP yang dipegang oleh Pak Edy Prabowo saat ini.

Catatan : Harfiandri Damanhuri
Universitas Bung Hatta, Padang

Kemewahan Pantai Tersembunyi di Monkeys Resort

Saturday, March 07, 2020 : 19:44
Harfiandri Damanhuri saat berada di Resort Monkeys
Harfiandri Damanhuri saat berada di Resort Monkeys 

ReferensiKita.id - Untuk menuju lokasi Monkeys Resort di Selatan Pulau Tanah Bala dapat melalui dua jalur. Pertama jalur udara dan ke dua jalur laut. Jalur udara dari Padang via pesawat ke Bandara Binaka, Pulau Nias.

Dari Binaka dengan mobil carteran menuju Teluk Dalam, Nias Selatan. Perjalan dengan mobil carteran melalui jalur pantai melintasi kawasan Gido, Idanogawo, Bawolato dan Lahusa.

Sorenya lk jam 16.00 (3,5 jam) sampailah kami di kawasan pesisir pantai Teluk Dalam, yang terkenal dengan ombak surfingnya. Sebelum terkenalnya ombak surfing Mentawai.

Setelah menginap 1 malam di salah satu penginapan di pantai. Besok paginya kami dari Pelabuhan Teluk Dalam via boad Mentawai Fast menuju Pulau Telo. Sampai di Pelabuhan Telo lk 3-4 jam pelayaran dengan mesin kapal cepat 21.000 PK.

Sampai di Telo, kami harus naik boad terbuka lagi dengan mesin 40 PK, untuk melanjutkan perjalanan melalui beberapa selat antara pulau kecil yang eksotik seperti Pulau Sibananu, Pulau Sipika dan masuk ke jalur  Selat Tanah Bala.

Selat yang memisahkan antara Pulau Tanah Masa dan Pulau Tanah Bala. Lautnya tenang, hutan di ke dua pulau begitu lebat dan padat. Menghijau.

Kami menikmati sunset yang indah di tengah gelombang laut yang lembut. Sampai memasuki malam. Kami masih berada diatas boad di laut yang beriak, bergelombang dan tenang. Dalam perjalanan menggunakan speed boad dengan kecepatan sedang melaju kencang membelah lautan.

Alam cukup bersahabat sore menjelang malam ketika itu. Hujan pun tidak turun. Angin pun berhembus sepoi.

Kami tetap memperhatikan titik lampu. Arah tujuan kami ke dalam teluk yang tersembunyi. Lebih kurang pukul 20.30 kami sampai di pantai tujuan. Kawasan Pantai Monkeys Resort @ Luxury Surf Resort.

Kami disambut dengan hangat oleh staf resort. Makan malam dihidangkan ikan gulai kuning dicampur dengan kentang, mie, sayur dan ditaburi dengan bawang goreng. Dengan kuah kuning yang kental. Katanya menu western.

Enaknya penyambutan kami malam itu. Penuh kekeluargaan di restoran Monkey Resort oleh Mark Byrne. Menu makan malam saat kedatangan kami disiapkan oleh Josh Saurders dan para stafnya. Menu spesial malam itu, kata Josh bersemangat.

Setelah menikmati cahaya malam yang gelap gulita. Di selangi dengan cahaya kuning dari restoran yang begitu indah. Dengan deburan ombak yang lembut dan semilir angin pantai malam itu seperti berada belahan dunia lain.

Gemercik dedaunan pohon kelapa yang tinggi, masih berjejer diantara beberapa lokasi tempat penginapan yang mewah dan alami. Tertata rapi dan bersih.

Pagi sekali kami bangun. Saya menikmati pantai pasir putih dengan rasa air laut yang hangat. Saya berenang ke arah tengah laut.

Selain berenang di pantai teluk yang indah dan tersembunyi. Saya juga belajar memakai paddle board.

Walaupun baru tahap belajar menikmati paddle board, seperti saya menggunakan papan surfing untuk belajar berdiri di atas paddle board tersebut.

Keseimbang kadang kala menjadi masalah bagi pemula. Apa lagi masalah berat badan. Ketika belajar harus berdiri di atas paddle board tersebut dan mendayungnya.

Baca Juga: Maritim Pantai Barat Sumatra

Miring ke kiri ke kanan. Itu biasa. Akhirnya keseimbangan sudah tidak bisa dikendalikan. Saya melompat ke dalam air, setelah tidak dapat menjaga keseimbangan diatas paddle tersebut.

Jadi kalah dong saya, jika dibandingkan dengan kemampuan buk Susi Pujiastuti, Men KP sebelum Men KP yang dipegang oleh Pak Edy Prabowo saat ini.

Catatan : Harfiandri Damanhuri
Universitas Bung Hatta, Padang