arrow_upward
settings_brightness
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Hendri Agung Idris
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Hendri Agung Idris
ReferensiKita.id - Tidak bisa dinafikan, salah satu industri yang sangat telak terpukul oleh musibah Pandemi Virus COVID 19 adalah pariwisata. Setelah tahun lalu terpukul cukup telak dengan naiknya harga tiket pesawat domestik maka saat ini Industri Pariwisata Sumatera Barat dihajar lebih telak lagi oleh pandemi COVID-19 ini. Bisa dibilang sudah tidak ada lagi pergerakan wisatawan baik dalam apalagi luar negeri.

Banyak negara sudah menerapkan kebijakan lock down untuk mencegah penyebaran Virus COVID 19. Terlebih lagi berbagai acara yang mengundang keramaian dengan skala lokal, nasional maupun internasional yang biasanya bergandengan dengan pariwisata seperti olahraga, budaya, seminar, sampai resepsi pernikahan pun dibatalkan atau ditunda sampai dengan batas waktu yang belum bisa dipastikan. Obyek wisata di berbagai Kabupaten dan Kota di seluruh Sumatara Barat telah ditutup sementara, begitu pula dengan rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Minangkabau.


Baca Juga: Green Garden Danau Cimpago Tempat Nongkrong yang Manarik di Padang

Efeknya tentu sangat dirasakan oleh banyak stakeholders dari mulai di bandara, rental mobil, travel agents, tour operators, toko-toko souvenirs, gerai-gerai kuliner, obyek-obyek wisata, hotel, sampai ke Industri dan masyarakat yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan Industri Pariwisata saat ini sangat terkena imbasnya.

Informasi dari salah seorang pemilik travel agent besar di Sumatera Barat bahkan reservasi yang biasanya sudah penuh untuk libur sekolah dan lebaran, saat ini sama sekali NOL. 

Namun apakah kita harus patah semangat? Hanya diam saja meratapi musibah yang tentunya diluar kehendak apalagi kuasa manusia? Seluruh insan Pariwisata harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi dan berbenah, agar ketika prahara ini berakhir, Pariwisata Sumatera Barat bisa melesat lebih jauh lagi.

Bukankah Yang Maha Kuasa telah berfirman “Selalu ada kemudahan dibalik kesusahan. Kita lakukan saja apa yang kita bisa lakukan dalam kondisi seperti sekarang ini. Bukankah menyalakan sebuah lilin jauh lebih baik daripada hanya mengutuki kegelapan?

Untuk internal Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, khususnya upaya promosi, kami telah membatalkan dan menunda semua kegiatan promosi pariwisata yang berpotensi menimbulkan keramaian dan melibatkan banyak orang untuk sementara waktu ini.

Namun upaya-upaya promosi lainnya selama tidak melanggar protokol kesehatan dan mematuhi prosedur pencegahan serta tidak membahayakan tetap kami laksanakan. Salah satunya adalah pemasangan sticker one way materi promosi potensi pariwisata Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau.

Selain berbenah, hal lain yang wajib kita lakukan ditengah kesulitan ini adalah meningkatkan keperdulian dan kekompakan, serta inovasi dan kreativitas dalam melihat peluang yang ada. Banyak dari pelaku Pariwisata yang penulis kenal saat ini telah membanting setir menjadi pengusaha Hand Sanitizer dan perangkat Alat Pelindung Diri bagi Tenaga Kesehatan.

Namun tentunya masing-masing kita punya ketahanan finansial yang berbeda-beda dan tidak semuanya punya kesempatan serta peluang untuk melakukan diversifikasi usaha. Untuk itu lah maka kita wajib saling membantu agar masa sulit ini bisa kita lalui bersama.

Satu hal lagi hikmah yang diharapkan dapat diambil dari musibah pandemi COVID 19 ini adalah semoga masyarakat Sumatera Barat bisa lebih merasakan manfaat Industri Pariwisata bagi perekonomian daerah. Disaat mahalnya tiket pesawat domestik, masih ada solusi dan peluang kunjungan wisatawan dari Provinsi-Provinsi tetangga yang bisa datang ke Sumatera Barat melalui jalur darat.

Hal ini tentunya tidak berlaku pada kondisi saat ini dimana pergerakan manusia sudah sangat dibatasi dan kumpulan massa sudah dilarang sama sekali. Bahkan keinginan untuk berwisata pun tidak ada sama sekali. Orang lebih memilih untuk berdiam dirumah sampai keadaan normal kembali.

Oleh karena itu, maka marilah kita pemerintah bersama seluruh stakeholders pariwisata dan segenap unsur masyarakat, ditengah sedang terlelapnya Pariwisata Sumatera Barat karena COVID 19, untuk terus melakukan pembenahan, jaga semangat kita agar selalu berkobar, jangan pernah lelah untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan improvement.


Baca Juga: Kemewahan Pantai Tersembunyi di Monkeys Resort

Meminjam istilah Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial bahwa obyek, event dan produk ekonomi kreatif dalam industri Pariwisata itu adalah ibarat "Anak Daro", yang semakin dipingit, semakin diisolasi, semakin di”lockdown”, maka akan semakin dirindukan oleh "Marapulai" yang kangen, sangat ingin datang karena lama tak bertemu selama masa dipingit! Maka sudah amat selayaknya “Anak Daro” terus mempercantik dan memperbaiki diri selama masa pingitan, menunggu marapulai datang dengan senyuman dan penampilan terbaiknya!

Oleh: Hendri Agung Idris
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
(Tulisan ini juga telah terbit di Harian Padang Ekspres)

Pariwisata di Tengah Prahara Covid 19

Tuesday, March 31, 2020 : 11:05
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Hendri Agung Idris
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat Hendri Agung Idris
ReferensiKita.id - Tidak bisa dinafikan, salah satu industri yang sangat telak terpukul oleh musibah Pandemi Virus COVID 19 adalah pariwisata. Setelah tahun lalu terpukul cukup telak dengan naiknya harga tiket pesawat domestik maka saat ini Industri Pariwisata Sumatera Barat dihajar lebih telak lagi oleh pandemi COVID-19 ini. Bisa dibilang sudah tidak ada lagi pergerakan wisatawan baik dalam apalagi luar negeri.

Banyak negara sudah menerapkan kebijakan lock down untuk mencegah penyebaran Virus COVID 19. Terlebih lagi berbagai acara yang mengundang keramaian dengan skala lokal, nasional maupun internasional yang biasanya bergandengan dengan pariwisata seperti olahraga, budaya, seminar, sampai resepsi pernikahan pun dibatalkan atau ditunda sampai dengan batas waktu yang belum bisa dipastikan. Obyek wisata di berbagai Kabupaten dan Kota di seluruh Sumatara Barat telah ditutup sementara, begitu pula dengan rute penerbangan internasional di Bandara Internasional Minangkabau.


Baca Juga: Green Garden Danau Cimpago Tempat Nongkrong yang Manarik di Padang

Efeknya tentu sangat dirasakan oleh banyak stakeholders dari mulai di bandara, rental mobil, travel agents, tour operators, toko-toko souvenirs, gerai-gerai kuliner, obyek-obyek wisata, hotel, sampai ke Industri dan masyarakat yang terkait langsung maupun tidak langsung dengan Industri Pariwisata saat ini sangat terkena imbasnya.

Informasi dari salah seorang pemilik travel agent besar di Sumatera Barat bahkan reservasi yang biasanya sudah penuh untuk libur sekolah dan lebaran, saat ini sama sekali NOL. 

Namun apakah kita harus patah semangat? Hanya diam saja meratapi musibah yang tentunya diluar kehendak apalagi kuasa manusia? Seluruh insan Pariwisata harus bisa memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi dan berbenah, agar ketika prahara ini berakhir, Pariwisata Sumatera Barat bisa melesat lebih jauh lagi.

Bukankah Yang Maha Kuasa telah berfirman “Selalu ada kemudahan dibalik kesusahan. Kita lakukan saja apa yang kita bisa lakukan dalam kondisi seperti sekarang ini. Bukankah menyalakan sebuah lilin jauh lebih baik daripada hanya mengutuki kegelapan?

Untuk internal Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat, khususnya upaya promosi, kami telah membatalkan dan menunda semua kegiatan promosi pariwisata yang berpotensi menimbulkan keramaian dan melibatkan banyak orang untuk sementara waktu ini.

Namun upaya-upaya promosi lainnya selama tidak melanggar protokol kesehatan dan mematuhi prosedur pencegahan serta tidak membahayakan tetap kami laksanakan. Salah satunya adalah pemasangan sticker one way materi promosi potensi pariwisata Sumbar di Bandara Internasional Minangkabau.

Selain berbenah, hal lain yang wajib kita lakukan ditengah kesulitan ini adalah meningkatkan keperdulian dan kekompakan, serta inovasi dan kreativitas dalam melihat peluang yang ada. Banyak dari pelaku Pariwisata yang penulis kenal saat ini telah membanting setir menjadi pengusaha Hand Sanitizer dan perangkat Alat Pelindung Diri bagi Tenaga Kesehatan.

Namun tentunya masing-masing kita punya ketahanan finansial yang berbeda-beda dan tidak semuanya punya kesempatan serta peluang untuk melakukan diversifikasi usaha. Untuk itu lah maka kita wajib saling membantu agar masa sulit ini bisa kita lalui bersama.

Satu hal lagi hikmah yang diharapkan dapat diambil dari musibah pandemi COVID 19 ini adalah semoga masyarakat Sumatera Barat bisa lebih merasakan manfaat Industri Pariwisata bagi perekonomian daerah. Disaat mahalnya tiket pesawat domestik, masih ada solusi dan peluang kunjungan wisatawan dari Provinsi-Provinsi tetangga yang bisa datang ke Sumatera Barat melalui jalur darat.

Hal ini tentunya tidak berlaku pada kondisi saat ini dimana pergerakan manusia sudah sangat dibatasi dan kumpulan massa sudah dilarang sama sekali. Bahkan keinginan untuk berwisata pun tidak ada sama sekali. Orang lebih memilih untuk berdiam dirumah sampai keadaan normal kembali.

Oleh karena itu, maka marilah kita pemerintah bersama seluruh stakeholders pariwisata dan segenap unsur masyarakat, ditengah sedang terlelapnya Pariwisata Sumatera Barat karena COVID 19, untuk terus melakukan pembenahan, jaga semangat kita agar selalu berkobar, jangan pernah lelah untuk mengedukasi masyarakat dan melakukan improvement.


Baca Juga: Kemewahan Pantai Tersembunyi di Monkeys Resort

Meminjam istilah Kepala Dinas Pariwisata Sumatera Barat Novrial bahwa obyek, event dan produk ekonomi kreatif dalam industri Pariwisata itu adalah ibarat "Anak Daro", yang semakin dipingit, semakin diisolasi, semakin di”lockdown”, maka akan semakin dirindukan oleh "Marapulai" yang kangen, sangat ingin datang karena lama tak bertemu selama masa dipingit! Maka sudah amat selayaknya “Anak Daro” terus mempercantik dan memperbaiki diri selama masa pingitan, menunggu marapulai datang dengan senyuman dan penampilan terbaiknya!

Oleh: Hendri Agung Idris
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat
(Tulisan ini juga telah terbit di Harian Padang Ekspres)