arrow_upward
settings_brightness
Ilustrasi: Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran protokol isolasi diri sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19. (Foto: Istockphoto/LucaLorenzelli)
Ilustrasi: Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran protokol isolasi diri sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19. (Foto: Istockphoto/LucaLorenzelli)

ReferensiKita.id - Banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang apa itu isolasi mandiri dan bagaimana cara melakukannya. Situasi isolasi mandiri ini dikeluarkan oleh pemerintah untuk orang yang mengalami gejala yang mungkin terpapar virus Covid-19. Seperti batuk, flu, deman, memiliki perjalanan dari daerah terjangkit.

Namun, pemahaman bagaimana supaya isolasi mandiri itu aman dilakukan, dan tidak membahayakan keluarga yang ada di rumah, masih banyak yang belum sepenuhnya memahami secara utuh.

Baca Juga: Pariwisata di Tengah Prahara Covid 19

Nah, kali di ReferensiKita.id akan menjelaskan soal apa itu isolasi mandiri dan bagaimana cara melakukan. Namun sebelum diurai lebih datail, bagi yang mungkin benar-benar lagi mencari informasi, yuk di pahimi poin per poin ya.

Apa itu Isolasi Mandiri


Virus Covid-19 merupakan salah salah satu jenis virus yang menular dan bahkan bisa mematikan bagi orang yang terjangkit dari virus berasal dari Wuhan Cina ini. Bagi yang memiliki gejala atau bahkan positif Covid-19, maka dilakukanlah isolasi terhadapi orang terpapar virus tersebut.

Ada yang melakukan mengisolasi orang terpapar Covid-19 di rumah sakit, dimana ruangan yang dijadikan sebagai ruang isolasi pasien positif Covid-19 itu, telah memiliki ketentuan, seperti memiliki suhu udara tekanan negatif, jauh dari jarak antara pasien Covid-19, serta hal lainnya.

Sementara itu, pemerintah sendiri juga ada mengajurkan bagi orang yang terpapar Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri di rumah saja. Nah, lalu apa itu isolasi mandiri? Dalam melakukan isolasi mandiri ini, untuk keluarga yang ada di rumah bisa menyediakan sebuah kamar khusus untuk orang yang terpapar Covid-19.

Ruangan yang jadikan untuk isolasi mandiri di rumah itu, jangan menggunakan ruangan ber AC. Selain itu, setiap pagi nya upayakan untuk berjemur agar mendapatkan kehatan tubuh dari cahaya matahari pagi.

Selama berada di kamar yang dijadikan tempat isolasi mandirinya, keluarga di rumah diharapkan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang tengah di isolasi tersebut. Yang terpenting, lakukan penyemprotan disinfektan satu kali dalam sehari di rumah dan di juga di dalam ruangan yang jadi isolasi tersebut.

Bagaimana Cara Melakukan Isolasi Mandiri


Dari situs resmi AlaDokter menjelaskan bila Anda memiliki gejala atau kontak erat dengan orang yang memiliki gejala, Anda harus bertanggung jawab untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, setidaknya selama 14 hari. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan selama isolasi mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah:

1. Tidak beraktivitas di luar rumah

Apabila sedang dalam isolasi, Anda tidak boleh keluar rumah atau pergi ke tempat-tempat umum walaupun untuk bekerja. Jika memungkinkan, bekerjalah dari rumah selama isolasi. Namun, apabila sakit, Anda dianjurkan untuk beristirahat dulu untuk sementara waktu hingga pulih.

Bila tadinya Anda memiliki gejala dan sembuh dalam waktu kurang dari 14 hari, Anda tetap harus tinggal di rumah dan menunggu hingga masa isolasi selesai. Sebisa mungkin, hindari menerima tamu.

Baca Juga: Waspada Penularan Covid-19, Pemprov Sumbar Tiadakan Car Free Day di Padang

Apabila selama masa isolasi ada keperluan ke luar rumah, seperti membeli makanan ataupun obat-obatan, mintalah orang lain yang tidak sedang menjalani isolasi untuk melakukannya. Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi layanan online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Hindari kontak dekat dengan orang yang tinggal serumah

Selama di rumah, Anda disarankan untuk berada di kamar yang terpisah dengan penghuni rumah lainnya. Kamar disarankan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik.

Meski begitu, bukan berarti Anda harus selalu berada di dalam kamar tersebut dan orang lain tidak boleh masuk. Hal ini diperbolehkan, asalkan tetap dalam batasan tertentu.

Saat sedang berada dalam satu ruangan dengan penghuni rumah lainnya, jaga jarak atau lakukan physical distancing, terutama dengan orang yang rentan terhadap COVID-19, seperti lansia, pemilik penyakit kronis, dan ibu hamil. Jaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dan hindari bicara berhadap-hadapan dengan orang lain lebih dari 15 menit.

3. Pakai masker

Meski di rumah, Anda tetap disarankan untuk mengenakan masker, yaitu masker jenis surgical mask, guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah dengan Anda.

Apabila tidak ada masker, Anda disarankan untuk tidak berlama-lama dalam satu ruangan dengan penghuni rumah yang lain. Bila salah satu penghuni rumah masuk ke dalam kamar isolasi, misalnya untuk mengantarkan makanan, Anda disarankan untuk memakai masker kain untuk mengurangi risiko penularan.

4. Gunakan perlengkapan terpisah

Selama menjalani isolasi mandiri, gunakan piring, sendok, garpu, dan gelas terpisah. Perlengkapan mandi, seperti handuk dan sikat gigi, juga harus terpisah dari penghuni rumah lainnya.

Selain itu, sediakan tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang Anda gunakan untuk batuk, bersin, dan membersihkan mulut atau hidung. Anda juga disarankan untuk rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti wastafel, gagang pintu, atau telepon, dengan cairan disinfektan.

5. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Cucilah tangan Anda dengan air dan sabun secara rutin. Jangan lupa minum banyak air, setidaknya 8 gelas sehari, serta konsumsi makanan yang bergizi. Anda juga disarankan untuk berjemur dan melakukan olahraga ringan di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit agar tubuh Anda lebih bugar dan lebih cepat sembuh.

Pantau kesehatan Anda secara mandiri, yaitu dengan mengukur suhu tubuh setiap hari dan mengamati gejala yang muncul. Bila demam, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung paracetamol sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

Selain itu, tetaplah menjalin hubungan dengan anggota keluarga dan teman melalui telepon, video call, atau media sosial. Jangan sampai isolasi di rumah membuat Anda merasa tersisih dan kesepian.

6. Hubungi rumah sakit

Apabila di tengah masa isolasi muncul keluhan baru atau keluhan yang Anda alami jadi memberat, misalnya demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas, segera hubungi rumah sakit atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan perawatan.

Agar orang lain tidak tertular, Anda disarankan untuk tetap berada di rumah. Bila memang diperlukan, rumah sakit akan mengirim ambulans khusus untuk menjemput Anda.

Isolasi di rumah bisa menjadi hal yang berat bagi sebagian orang. Namun, cara sederhana ini efektif untuk melindungi Anda, keluarga dan orang-orang di sekitar Anda, bahkan seluruh masyarakat Indonesia dari COVID-19.

Baca Juga : Ada Posko Covid-19 di Sumbar, Ini Fungsinya

Terlepas dari ada atau tidaknya gejala dan kontak dengan orang yang menderita atau dicurigai menderita COVID-19, setiap orang disarankan untuk tinggal di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama yang melibatkan banyak orang. Bila memungkinkan, mintalah pilihan untuk bekerja atau belajar dari rumah.

Pasalnya, virus Corona atau SARS-CoV-2 dapat menyebar bahkan dari orang yang tidak merasakan gejala. Jadi, seseorang bisa saja tertular atau menularkan virus ini tanpa menyadarinya.

Bila masih ragu apakah Anda perlu melakukan isolasi mandiri di rumah, berkonsultasilah dengan dokter melalui chat di aplikasi Alodokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan konsultasi di aplikasi ini mengenai masalah kesehatan apa pun, baik yang terkait COVID-19 maupun yang tidak, sehingga Anda tidak perlu keluar rumah.

Apa itu Isolasi Mandiri dan Bagaimana Cara Melakukannya

Sunday, April 12, 2020 : 10:08
Ilustrasi: Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran protokol isolasi diri sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19. (Foto: Istockphoto/LucaLorenzelli)
Ilustrasi: Kementerian Kesehatan menerbitkan surat edaran protokol isolasi diri sebagai salah satu cara mencegah penyebaran virus corona penyebab Covid-19. (Foto: Istockphoto/LucaLorenzelli)

ReferensiKita.id - Banyak masyarakat yang bertanya-tanya tentang apa itu isolasi mandiri dan bagaimana cara melakukannya. Situasi isolasi mandiri ini dikeluarkan oleh pemerintah untuk orang yang mengalami gejala yang mungkin terpapar virus Covid-19. Seperti batuk, flu, deman, memiliki perjalanan dari daerah terjangkit.

Namun, pemahaman bagaimana supaya isolasi mandiri itu aman dilakukan, dan tidak membahayakan keluarga yang ada di rumah, masih banyak yang belum sepenuhnya memahami secara utuh.

Baca Juga: Pariwisata di Tengah Prahara Covid 19

Nah, kali di ReferensiKita.id akan menjelaskan soal apa itu isolasi mandiri dan bagaimana cara melakukan. Namun sebelum diurai lebih datail, bagi yang mungkin benar-benar lagi mencari informasi, yuk di pahimi poin per poin ya.

Apa itu Isolasi Mandiri


Virus Covid-19 merupakan salah salah satu jenis virus yang menular dan bahkan bisa mematikan bagi orang yang terjangkit dari virus berasal dari Wuhan Cina ini. Bagi yang memiliki gejala atau bahkan positif Covid-19, maka dilakukanlah isolasi terhadapi orang terpapar virus tersebut.

Ada yang melakukan mengisolasi orang terpapar Covid-19 di rumah sakit, dimana ruangan yang dijadikan sebagai ruang isolasi pasien positif Covid-19 itu, telah memiliki ketentuan, seperti memiliki suhu udara tekanan negatif, jauh dari jarak antara pasien Covid-19, serta hal lainnya.

Sementara itu, pemerintah sendiri juga ada mengajurkan bagi orang yang terpapar Covid-19 bisa melakukan isolasi mandiri di rumah saja. Nah, lalu apa itu isolasi mandiri? Dalam melakukan isolasi mandiri ini, untuk keluarga yang ada di rumah bisa menyediakan sebuah kamar khusus untuk orang yang terpapar Covid-19.

Ruangan yang jadikan untuk isolasi mandiri di rumah itu, jangan menggunakan ruangan ber AC. Selain itu, setiap pagi nya upayakan untuk berjemur agar mendapatkan kehatan tubuh dari cahaya matahari pagi.

Selama berada di kamar yang dijadikan tempat isolasi mandirinya, keluarga di rumah diharapkan tidak berdekatan dengan anggota keluarga yang tengah di isolasi tersebut. Yang terpenting, lakukan penyemprotan disinfektan satu kali dalam sehari di rumah dan di juga di dalam ruangan yang jadi isolasi tersebut.

Bagaimana Cara Melakukan Isolasi Mandiri


Dari situs resmi AlaDokter menjelaskan bila Anda memiliki gejala atau kontak erat dengan orang yang memiliki gejala, Anda harus bertanggung jawab untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, setidaknya selama 14 hari. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan selama isolasi mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah:

1. Tidak beraktivitas di luar rumah

Apabila sedang dalam isolasi, Anda tidak boleh keluar rumah atau pergi ke tempat-tempat umum walaupun untuk bekerja. Jika memungkinkan, bekerjalah dari rumah selama isolasi. Namun, apabila sakit, Anda dianjurkan untuk beristirahat dulu untuk sementara waktu hingga pulih.

Bila tadinya Anda memiliki gejala dan sembuh dalam waktu kurang dari 14 hari, Anda tetap harus tinggal di rumah dan menunggu hingga masa isolasi selesai. Sebisa mungkin, hindari menerima tamu.

Baca Juga: Waspada Penularan Covid-19, Pemprov Sumbar Tiadakan Car Free Day di Padang

Apabila selama masa isolasi ada keperluan ke luar rumah, seperti membeli makanan ataupun obat-obatan, mintalah orang lain yang tidak sedang menjalani isolasi untuk melakukannya. Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi layanan online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

2. Hindari kontak dekat dengan orang yang tinggal serumah

Selama di rumah, Anda disarankan untuk berada di kamar yang terpisah dengan penghuni rumah lainnya. Kamar disarankan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik.

Meski begitu, bukan berarti Anda harus selalu berada di dalam kamar tersebut dan orang lain tidak boleh masuk. Hal ini diperbolehkan, asalkan tetap dalam batasan tertentu.

Saat sedang berada dalam satu ruangan dengan penghuni rumah lainnya, jaga jarak atau lakukan physical distancing, terutama dengan orang yang rentan terhadap COVID-19, seperti lansia, pemilik penyakit kronis, dan ibu hamil. Jaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dan hindari bicara berhadap-hadapan dengan orang lain lebih dari 15 menit.

3. Pakai masker

Meski di rumah, Anda tetap disarankan untuk mengenakan masker, yaitu masker jenis surgical mask, guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah dengan Anda.

Apabila tidak ada masker, Anda disarankan untuk tidak berlama-lama dalam satu ruangan dengan penghuni rumah yang lain. Bila salah satu penghuni rumah masuk ke dalam kamar isolasi, misalnya untuk mengantarkan makanan, Anda disarankan untuk memakai masker kain untuk mengurangi risiko penularan.

4. Gunakan perlengkapan terpisah

Selama menjalani isolasi mandiri, gunakan piring, sendok, garpu, dan gelas terpisah. Perlengkapan mandi, seperti handuk dan sikat gigi, juga harus terpisah dari penghuni rumah lainnya.

Selain itu, sediakan tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang Anda gunakan untuk batuk, bersin, dan membersihkan mulut atau hidung. Anda juga disarankan untuk rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti wastafel, gagang pintu, atau telepon, dengan cairan disinfektan.

5. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Cucilah tangan Anda dengan air dan sabun secara rutin. Jangan lupa minum banyak air, setidaknya 8 gelas sehari, serta konsumsi makanan yang bergizi. Anda juga disarankan untuk berjemur dan melakukan olahraga ringan di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit agar tubuh Anda lebih bugar dan lebih cepat sembuh.

Pantau kesehatan Anda secara mandiri, yaitu dengan mengukur suhu tubuh setiap hari dan mengamati gejala yang muncul. Bila demam, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung paracetamol sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

Selain itu, tetaplah menjalin hubungan dengan anggota keluarga dan teman melalui telepon, video call, atau media sosial. Jangan sampai isolasi di rumah membuat Anda merasa tersisih dan kesepian.

6. Hubungi rumah sakit

Apabila di tengah masa isolasi muncul keluhan baru atau keluhan yang Anda alami jadi memberat, misalnya demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas, segera hubungi rumah sakit atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan perawatan.

Agar orang lain tidak tertular, Anda disarankan untuk tetap berada di rumah. Bila memang diperlukan, rumah sakit akan mengirim ambulans khusus untuk menjemput Anda.

Isolasi di rumah bisa menjadi hal yang berat bagi sebagian orang. Namun, cara sederhana ini efektif untuk melindungi Anda, keluarga dan orang-orang di sekitar Anda, bahkan seluruh masyarakat Indonesia dari COVID-19.

Baca Juga : Ada Posko Covid-19 di Sumbar, Ini Fungsinya

Terlepas dari ada atau tidaknya gejala dan kontak dengan orang yang menderita atau dicurigai menderita COVID-19, setiap orang disarankan untuk tinggal di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama yang melibatkan banyak orang. Bila memungkinkan, mintalah pilihan untuk bekerja atau belajar dari rumah.

Pasalnya, virus Corona atau SARS-CoV-2 dapat menyebar bahkan dari orang yang tidak merasakan gejala. Jadi, seseorang bisa saja tertular atau menularkan virus ini tanpa menyadarinya.

Bila masih ragu apakah Anda perlu melakukan isolasi mandiri di rumah, berkonsultasilah dengan dokter melalui chat di aplikasi Alodokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan konsultasi di aplikasi ini mengenai masalah kesehatan apa pun, baik yang terkait COVID-19 maupun yang tidak, sehingga Anda tidak perlu keluar rumah.